PDIP Terancam Ditinggal
- Tangkap layar
Kang Yus sapaannya menambahkan, dampak elektoral bagi kedua parpol tersebut jika merapat ke prabowo saya pikir tidak signifikan, justru bisa jadi malah tergerus, karena sudah kuat dampaknya dihasilkan oleh gerindra dan PKB, yang sejak awal merintis koalisi kebangkitan Indonesia raya (KKIR).
terlebih PAN dan golkar adalah partai yang gagal membangun koalisi di KIB beesama PPP. Malah publik akan melihat dengan jelas orientasinya adalah kekuasaan dan pragmstis saja. Sehingga ketika orientasinya dengan merapat ke prabowo harapannya bisa menaikan elektabilitas suara partai politik, saya pikir tidak akan terjadi.
Sehingga jika koalisi perubahan dengan 3 partai, yakni nasdem, PKS dan Demokrat solid sampai akhir, begitupun ketika KKIR dengan 4 partai solid sampai akhir, maka koalisi untuk ganjar hanya diisi oleh 2 partai parlemen yaitu PDIP dan PPP dan 1 partai non parlemen yaitu hanura.
Sehingga semakin menguatkan prabowo untuk menduduki tahta orang tertinggi di Indonesia 2024 mendatang sebagai presiden. Tinggal menunggu dinamika bacapres. Apakah penentuan bacapres akan menggoyang koalisi masing-masing atau justru akan memperkuat masing-masing koalisi.
Pria Pendiri Visi Nusantara Maju ini menambahkan, berbicara apakah ada sosok yang mengendorse PAN dan golkar merapat ke prabowo, saya pikir walaupun dipermukaan masing-masing partai politik menyatakan tidak ada intervensi dari siapapun, termasuk dari presiden jokowi, namun saya pikir tidak dengan serta merta seperti itu, saya masih melihat jokowi dan luhut binsar panjaitan yang mempunyai peran kuat dengan bergabungnya PAN dan golkar.
Kenapa Jokowi, karena selama ini, menggambarkan ketidakyakinannya dengan kemenangan ganjar sehingga lebih nyaman "nenteng-nenteng" prabowo. Adapun luhut, selain dia kader golkar dia juga berasal dari TNI yang pastinya mempunyai relasi kuat dengan prabowo