Bikin Geger, Begini Pengakuan Tersangka Jual Ginjal Bekasi ke Kamboja

Para tersangka kasus TPPO penjualan ginjal ke Kamboja ditangkap.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Foe Peace Simbolon

VIVA Jabar – Salah satu tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) jual ginjal Bekasi ke Kamboja mengklaim tidak dapat keuntungan sama sekali. Hal itu diungkapkan Hanim (41), selaku koordinator TPPO jual ginjal Bekasi-Kamboja.

"Enggak ada untung sama sekali, malah kalau dihitung ininya malah rugi, karena dorongan," ucapnya kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 21 Juli 2023.

Dia mengatakan, keluarganya kesulitan ekonomi. Lantas terbesit untuk mendonorkan ginjal. Dia lantas mencari cara jual ginjal lewat media sosial dan menemukannya. Pada Juli 2019, Hanim berangkat ke Preah Ket Mealea Hospital, Kamboja menjalani transplantasi ginjal.

Dari aksi nekatnya itu, Hanim dapat uang Rp120 juta. Mereka bertemu dengan seseorang yang disapa Miss Huang. Perannya mengatur segala hal transplantasi ginjal di Kamboja. Pasca transplantasi ginjal, Hanim diminta jadi koordinator jual-beli ginjal jaringan Indonesia-Kamboja oleh broker dan Miss Huang.

Lantas, pria asal Subang, Jawa Barat ini menyanggupinya. Bersama timnya dari tahun 2019, Hanim mencari orang-orang yang mau mendonorkan ginjal via medsos. Tapi, lantaran pandemi COVID-19, Hanim baru bisa memberangkatkan korban-korban ini pada tahun 2023.

Pada Maret 2023, ia dapat 40 orang yang mau transplantasi ginjal. Tapi, dari hasil medical check-up, cuma 35 orang yang dinilai laik mendonorkannya. Pada bagian ini Hanim lantas bercerita dia akhirnya malah buntung, bukan untung.

"Nah ternyata di bulan Maret itu ada info tidak jadi, tidak jadi proses. Jadi 35 itu dipulangkan. Itu biaya ini itu jadi kasbon saya ke Rumah Sakit (Preah Ket Mealea)," katanya.