Fix Mindblowing! Ternyata ini Fakta Unik Sejarah Bioskop di Indonesia

Bioskop
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Sebelum kamu duduk manis di kursi empuk bioskop dengan layar super besar dan suara menggelegar Dolby Atmos, tahukah kamu kalau sejarah bioskop di Indonesia punya perjalanan panjang dan unik.

img_title Bobotoh Pilih Nobar di CGV meski Tak Bisa Dukung Persib di Stadion

Dari masa penjajahan Belanda hingga era XXI dan IMAX, perkembangan bioskop di Tanah Air menyimpan banyak cerita menarik yang jarang diketahui generasi sekarang. Yuk, simak beberapa fakta unik tentang sejarah bioskop Indonesia!.

1. Bioskop Pertama di Indonesia Tayang Tahun 1900-an

img_title Rp6,7 Miliar Cuma Jadi Meme, Film Animasi Merah Putih Disebut Gagal Total

Bioskop pertama di Indonesia muncul di Batavia (sekarang Jakarta) sekitar tahun 1900, dibawa oleh orang-orang Eropa. Saat itu, film-film yang ditayangkan masih bisu (tanpa suara) dan ditonton oleh kalangan atas saja.

Bioskop tertua di Indonesia bernama Oranje Bioscoop, yang kemudian berganti nama menjadi Bioskop Dian.

img_title Film Rp6,7 Miliar Ditonton Ribuan Orang, Merah Putih: One for All Tetap Lanjut Produksi Baru

2. Film Pertama Produksi Lokal Rilis Tahun 1926

Film pertama buatan Indonesia adalah "Loetoeng Kasaroeng" (1926), diangkat dari cerita rakyat Sunda. 

Meskipun disutradarai oleh orang Belanda, film ini menggunakan aktor-aktor pribumi dan jadi tonggak awal film Indonesia.

3. Era Layar Tancap: Hiburan Rakyat yang Melekat di Hati

Pada era 1950–1980-an, layar tancap menjadi hiburan murah meriah di desa-desa. Film diputar di lapangan terbuka dengan layar besar dari kain putih, pakai proyektor dan speaker sederhana. 

Penonton duduk di tikar atau bangku kayu, sambil ngemil kacang rebus atau jagung bakar. Atmosfer layar tancap sangat khas yaitu ramai, penuh tawa.

Ilustrasi Nonton Bioskop

Photo :
  • Pinterest

4. Bioskop Sempat Meredup di Era 90-an

Memasuki akhir 90-an, industri bioskop Indonesia mengalami penurunan. Banyak bioskop tutup karena krisis ekonomi, maraknya pembajakan VCD/DVD, dan menurunnya produksi film lokal.

Beberapa bioskop legendaris seperti Bioskop Metropole di Jakarta pun sempat mati suri sebelum akhirnya direstorasi.

5. Kebangkitan Bioskop Modern di Era 2000-an

Tahun 2000-an menjadi titik balik dunia perfilman Indonesia. Munculnya jaringan bioskop modern seperti Cinema 21, XXI, CGV, dan Cinepolis membuat pengalaman menonton film kembali diminati.

Didukung dengan kualitas film Indonesia yang meningkat dan teknologi bioskop yang canggih, orang-orang kembali menjadikan bioskop sebagai hiburan utama.

Halaman Selanjutnya
img_title