Film Rp6,7 Miliar Ditonton Ribuan Orang, Merah Putih: One for All Tetap Lanjut Produksi Baru
- Instagram @cinepolisid
VIVAJabar – Film animasi nasional Merah Putih: One for All yang resmi tayang pada 14 Agustus 2025 masih mencatat jumlah penonton yang relatif rendah.
Hingga hari kelima penayangan, film garapan sutradara Endiarto tersebut hanya meraih 2.276 penonton di sejumlah bioskop.
Berdasarkan data dari akun X @cinepoint_, film ini ditonton 720 orang pada hari pertama penayangan.
Rata-rata jumlah penonton harian kemudian berada di kisaran 400 orang.
Beberapa bioskop seperti Cinepolis dan XXI di Jabodetabek, Surabaya, hingga sejumlah kota lain masih menayangkan film tersebut.
Meski begitu, posisi Merah Putih: One for All tercatat berada di urutan terbawah dari jajaran film yang tayang serentak di bioskop nasional.
Sejak trailer dirilis awal Agustus, film ini menuai banyak kritik dari publik.
Kritik terutama tertuju pada kualitas visual yang dianggap rendah, animasi yang kaku, serta dugaan penggunaan aset digital generik.
Padahal, film ini dikabarkan menelan biaya produksi mencapai Rp6,7 miliar.
Di situs IMDb, Merah Putih: One for All hanya mendapat rating 1,0/10 berdasarkan ratusan ulasan.
Platform lain juga memberi penilaian rendah, seperti 10 persen di TMDB dan 0,5/10 di Letterboxd.
Sejumlah warganet pun mengaku kecewa karena film ini dinilai jauh dari ekspektasi.
Meski performa film di bioskop masih mengecewakan, sutradara Endiarto tetap optimistis.
Dia menyebut film ini akan dijadikan seri tahunan yang tayang setiap peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Menurutnya, sekuel yang direncanakan akan memiliki tema berbeda setiap tahun, namun tetap mengusung semangat “Merah Putih”.
Pemerintah Tegaskan Tidak Terlibat
Tudingan yang menyebut film ini didanai pemerintah juga dibantah tegas oleh pihak produksi.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Irene Umar menegaskan bahwa Kemenparekraf tidak memberikan bantuan dana maupun promosi untuk Merah Putih: One for All.
Produser Toto Soegriwo turut mendukung pernyataan tersebut dan menyebut tudingan keterlibatan pemerintah adalah fitnah.
Film Merah Putih: One for All hadir sebagai salah satu upaya memperkaya karya animasi nasional dengan nuansa patriotik.
Namun, minimnya jumlah penonton dan kritik keras dari publik menjadi tantangan besar bagi industri animasi Indonesia dalam bersaing di pasar hiburan nasional.