Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis via Aplikasi Satu Sehat Mobile

Cek Kesehatan Gratis
Sumber :
  • Viva Grup

VIVAJabar –Mulai Februari 2025, masyarakat Indonesia akan mendapatkan layanan cek kesehatan gratis sebagai hadiah ulang tahun dari pemerintah

img_title 300 Ojol di Karawang Dapat Paket Sembako dan Cek Kesehatan Gratis

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Jika Anda tertarik mengikuti program ini, berikut adalah cara mendaftar secara online melalui aplikasi Satu Sehat Mobile yang dilansir dari Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) Ri. 

img_title Pemkot Bandung Bagi Rp3,5 Juta untuk Mahasiswa Uninus

Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis

1. Cari aplikasi Satu Sehat Mobile di Playstore atau Appstore, kemudian unduh aplikasi tersebut ke ponsel Anda.

img_title Link Live Streaming BRI Super League Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, Cek Disini

 2. Setelah aplikasi terunduh, buka aplikasi dan isi data diri Anda untuk mendaftar akun.

3. Kemudian, Anda akan menerima pesan konfirmasi bahwa akun Anda sudah berhasil terdaftar

4. Selanjutnya, isi kuesioner skrining mandiri untuk memilih paket pemeriksaan yang Anda inginkan. Setelah itu, Anda akan mendapatkan kode tiket.

5. Setelah itu, bawa kartu identitas (KTP/KK/KIA), kode tiket, dan hasil skrining mandiri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

6. Anda bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis berupa cek gula darah, tekanan darah, kesehatan ginjal, dan kesehatan jiwa.

7. Hasil pemeriksaan akan tersedia di aplikasi Satu Sehat Mobile pada bagian ‘Hasil Pemeriksaan Kesehatan’. Siapa Saja yang Bisa Ikut Cek Kesehatan Gratis?

Menurut Kemenkes RI, program ini terbuka untuk semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lansia. Dengan pemeriksaan kesehatan gratis, diharapkan penyakit dapat dideteksi lebih dini dan pengobatan bisa lebih efektif, sehingga mengurangi risiko kecacatan atau kematian.

Berikut adalah kategori usia yang dapat mengikuti program ini:

 1. Bayi Baru Lahir

Deteksi dini terhadap masalah seperti kekurangan hormon tiroid, G6PD, penyakit jantung bawaan kritis, serta masalah pertumbuhan. Pemeriksaan dilakukan saat bayi berusia dua hari (H+2).

3. Balita dan Anak Pra Sekolah 

Pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, serta deteksi dini penyakit seperti tuberkulosis, gangguan pendengaran, masalah mata, gigi, talasemia, dan diabetes melitus. 

3. Dewasa

Pemeriksaan mencakup evaluasi faktor risiko kardiovaskular, tuberkulosis, PPOK, serta deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus. Pemeriksaan juga meliputi fungsi indera, kesehatan jiwa, hati, dan persiapan untuk calon pengantin.

Halaman Selanjutnya
img_title