Manfaat Kacang Almond, Camilan Sehat Pilihan Para Ahli Gizi dan Dokter
- Pixabay
VIVA Jabar – Pernahkah Anda mendengar bahwa ada satu jenis kacang yang tak hanya lezat, tetapi juga mendapatkan rekomendasi istimewa dari para ahli gizi dan dokter?
Ya, ia adalah kacang almond. Bukan sekadar pengisi waktu luang, almond menyimpan segudang nutrisi penting yang berperan aktif dalam menjaga kesehatan tubuh.
Kandungan serat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral di dalamnya menjadikannya pilihan camilan cerdas yang patut dipertimbangkan.
Profesor ilmu nutrisi di King's College London dan kepala ilmuwan Zoe, Dr. Sarah Berry menjelaskan manfaat mengemil kacang almond.
Menurutnya, almond mengandung serat dan lemak sehat. Segenggam almond tidak terlalu tinggi lemak, tetapi tidak diserap dengan cara yang sama seperti makanan tinggi lemak lainnya.
Ilustrasi Destinasi Kuliner, Susu Kacang Almond
- Screenshot berita VivaNews
“Kita tahu dari penelitian yang saya lakukan bahwa jika Anda makan almond, rata-rata sekitar 30 persen kalori dikeluarkan karena 'matriks' atau struktur makanan almond, jadi almond adalah camilan yang sangat mengenyangkan,” kata Dr Sarah, dikutip dari Mirror.
Tim Spector, yang memimpin penelitian, dan profesor epidemiologi genetik di King's College London juga memperingatkan tentang dampak buruk makanan ultra olahan (UPF) terhadap lingkar pinggang kita.
Makanan biasanya digolongkan sebagai UPF jika mengandung lima bahan atau lebih yang tidak dianggap sebagai bahan 'memasak' seperti pemanis, pewarna, pengawet, dan pengemulsi.
“Proporsi orang dengan lingkar pinggang tinggi telah meningkat dari waktu ke waktu, dan makanan ultra-olahan (UPF) adalah penyebab utamanya. Hal ini berkontribusi pada makan berlebihan dan penambahan berat badan, dan kurangnya tindakan pemerintah dalam mengambil tindakan tegas untuk mengatasi hal tersebut. kurangi konsumsi UPF kita,” jelasnya.
“Kami mengonsumsi UPF 50 persen lebih cepat karena pengolahannya. Ketika kami membandingkan orang yang mengonsumsi makanan berbasis UPF dengan mereka yang menjalani diet minimal olahan, mereka yang berada dalam kelompok UPF biasanya mengonsumsi sekitar 500 kalori lebih banyak,” imbuhnya.
Dia menjelaskan bahwa ini karena makanan ultra-olahan biasanya dicerna di atas saluran usus, di mana tubuh memiliki reseptor rasa kenyang yang lebih sedikit.