Dokter Gizi Ungkap Porsi Daging Kurban Idul Adha yang Sehat, Banyak yang Belum Tahu!
VIVAJabar – Idul Adha menjadi momen istimewa untuk berbagi sekaligus menikmati olahan daging kurban.
Namun, penting untuk diingat bahwa mengonsumsi daging dalam jumlah berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, atau masalah jantung.
Oleh karena itu, para ahli gizi menyarankan agar masyarakat memperhatikan porsi konsumsi daging kurban yang sehat dan seimbang.
Berapa Porsi Daging yang Disarankan?
Menurut Kementerian Kesehatan RI, rekomendasi konsumsi daging merah yang sehat adalah 50–100 gram per porsi makan, atau sekitar seukuran telapak tangan.
Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian tanpa membebani tubuh dengan lemak jenuh berlebihan.
Jenis Daging yang Lebih Sehat
Tak semua bagian daging kurban memiliki kandungan lemak yang sama. Berikut rekomendasi bagian daging yang sebaiknya dikonsumsi bagian rendah lemak seperti has dalam atau paha belakang.
Hindari terlalu banyak jeroan, kulit, atau bagian berlemak. Bila mengolah dengan santan atau digoreng, batasi porsinya lebih kecil.
Ilustrasi Daging Kurban
Dampak Konsumsi Daging Berlebihan
Mengonsumsi daging kurban secara berlebihan, terutama dalam satu hari, dapat menyebabkan gangguan pencernaan (sembelit, mual), kenaikan kolesterol dan tekanan darah dan peningkatan risiko asam urat dan perut kembung dan tidak nyaman.
Tips Mengatur Porsi Makan Sehat saat Idul Adha
Kombinasikan daging dengan sayuran tinggi serat, seperti bayam, wortel, atau timun. Batasi konsumsi daging merah hingga 2 kali sehari, dan hindari mengonsumsinya berturut-turut dalam jumlah besar.
Gunakan teknik memasak sehat seperti merebus, memanggang, atau menumis ringan. Kunyah makanan dengan perlahan agar tubuh bisa mencerna daging lebih baik.
Minum air putih cukup, hindari minuman manis atau bersoda saat makan daging Menikmati daging kurban memang bagian dari kebahagiaan Idul Adha.
Namun, menjaga porsi dan pola makan tetap penting agar tubuh tetap sehat. Jadikan momen ini tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga penuh kesadaran hidup sehat.*