Geger, Kisah Heroik Bandung yang Mengguncang Sejarah
VIVAJabar – Sejarah kelam namun heroik Kota Kembang, "Bandung Lautan Api," kembali diulas mendalam.
Sebuah video dari kanal YouTube "matahati pemuda" menuturkan kisah apa sebenarnya yang terjadi di balik peristiwa epik di mana rakyat Bandung berjuang mati-matian mempertahankan tanah air dari penjajah.
Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa berdarah ini? Semua elemen masyarakat Bandung bersatu padu, menghadapi kekuatan kolonial dengan gigih.
Kanal "matahati pemuda" menjelaskan bagaimana kota yang dijuluki "Paris van Java" ini berubah menjadi lautan api perjuangan.
Mengapa peristiwa ini terjadi? Setelah bom atom di Jepang dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, rakyat Bandung membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan milisi lain.
Mereka bersiap menghadapi potensi ancaman dari tentara asing, terutama setelah kedatangan 800 tentara Inggris pada 12 Oktober 1945, yang diam-diam membawa serta Netherlands Indies Civil Administration (NICA).
Kedatangan Sekutu ini memicu provokasi dan kemarahan rakyat Bandung, memuncak pada serangkaian ultimatum. Pada 24 November 1945, BKR dan laskar menyerang markas Sekutu.
Lalu, pada 27 November 1945, Kolonel McDonald mengeluarkan ultimatum yang menuntut penembakan terhadap warga bersenjata dan evakuasi warga Bandung Utara ke selatan.
Meskipun pemerintah Jakarta mematuhinya, rakyat Bandung menolak, memicu bentrokan sporadis.
Ultimatum kedua pada 21 Maret 1946 menuntut "ekstremis" Indonesia untuk mengosongkan Bandung paling lambat 24 Maret.
Menghadapi situasi pelik dan perintah yang saling bertentangan, Kolonel Abdul Haris Nasution memutuskan untuk membakar Bandung.
Pada 24 Maret 1946, perintah evakuasi dan pengosongan Bandung Utara disiarkan sebelum senja.
Penduduk membakar rumah mereka sebelum pergi, dan pasukan Republik meledakkan bangunan, mengubah Bandung menjadi "Lautan Api".
Perjuangan tidak berhenti setelah pembakaran itu, dengan serangan gerilya terus berlanjut.
Video ini menyoroti tindakan heroik Muhammad Toha, seorang pemuda 19 tahun, yang mengorbankan diri dengan meledakkan gudang amunisi pada 11 Juli 1946.
Kapan peristiwa ini berpuncak adalah pada 24 Maret 1946, sebuah tanggal yang terukir dalam sejarah bangsa.
Legasi "Bandung Lautan Api," yang melibatkan seluruh populasi, sangat krusial dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ini adalah kisah tentang para pahlawan yang tidak boleh dilupakan, di mana di mana pun jejak perjuangan mereka, semangat itu tetap menyala.