Terjebak Overthinking, Ini Dia Jurus Pamungkas Bebaskan Pikiranmu

Terjebak Overthinking, Ini Dia Jurus Pamungkas Bebaskan Pikiranmu
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Di era serba cepat ini, overthinking atau berpikir berlebihan menjadi masalah umum yang menguras energi dan mengganggu kualitas hidup. 

img_title Kerja Impian untuk Fresh Graduate, Terapkan 5 Strategi Ini Sekarang

Sebuah video pencerahan dari kanal YouTube "sherly annavita fahmi" telah membahas apa itu ooverthinkin, karakteristik, penyebab, dan bagaimana cara efektif mengatasinya.

Siapa pun yang merasa terjebak dalam lingkaran pikiran berlebihan dan ingin menemukan kedamaian batin, wajib menyimak panduan ini. 

img_title Ibu Hamil Wajib Tahu, 4 Pantangan yang Bisa Ganggu Kesehatan Janin

Sherly Annavita Fahmi menjelaskan mengapa kualitas pribadi ditentukan oleh sikap kita terhadap peristiwa di sekitar, bukan oleh faktor eksternal.

Berikut adalah lima karakteristik overthinking menurut Anne Marie:

img_title Dua Pelatih Eropa Adu Taktik Laga Persib Bandung vs Persebaya, Siapa Unggul?

Kualitas Tidur Terganggu: Pikirkanlah tentang bagaimana overthinking dapat membuat Anda sulit tidur nyenyak. Insomnia seringkali menjadi teman setia bagi mereka yang terlalu banyak berpikir.

Sulit Memecahkan Masalah: Ketika otak terlalu sibuk dengan kekhawatiran, kemampuan untuk fokus dan menemukan solusi menjadi terhambat. Ini menyebabkan masalah kecil terasa lebih besar.

Kurang Fokus: Overthinking membuat pikiran melayang ke mana-mana, sehingga sulit untuk berkonsentrasi pada satu tugas. Produktivitas pun akan menurun drastis.

Takut Mengambil Keputusan: Ketakutan akan membuat kesalahan membuat seseorang ragu untuk melangkah. Ini adalah perangkap yang sering menjebak para overthinker. 

Kurang Percaya Diri: Terlalu banyak memikirkan apa kata orang atau kemungkinan terburuk dapat mengikis keyakinan diri. Rasa percaya diri menjadi runtuh perlahan.

Video ini juga mengidentifikasi empat alasan mengapa orang sering overthinking:

Terlalu Memedulikan Pendapat Orang Lain: Keinginan untuk selalu diterima dan dihargai membuat seseorang terlalu banyak berpikir tentang pandangan orang lain. Ini adalah beban yang sangat berat.

Berusaha Terlalu Keras Menyenangkan Orang Lain: Ketika fokus utama adalah membuat orang lain senang, kebutuhan dan perasaan diri sendiri sering terabaikan. Hal ini menciptakan tekanan mental yang konstan.

Terbentuk oleh Lingkungan yang Terlalu Cemas: Lingkungan yang penuh kekhawatiran dapat membentuk pola pikir yang serupa. Kita seringkali terpengaruh oleh suasana di sekitar kita.

Penyesalan atas Keputusan dan Kesalahan di Masa Lalu: Memutar ulang kesalahan masa lalu berulang kali adalah pemicu overthinking yang kuat. Sulit untuk maju ketika terus-menerus melihat ke belakang.

Halaman Selanjutnya
img_title