Universitas Maranatha Buka Kampus Baru 11 Hektare, Fokus ke Jurusan Masa Depan!
- Istimewa
VIVAJabar – Universitas Kristen Maranatha resmi menerima penyerahan gedung Kampus Pengembangan Kota Baru Parahyangan dari Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Maranatha, Senin, 4 Agustus 2025.
Kampus baru ini akan menjadi pusat kegiatan akademik untuk program studi Arsitektur dan Bioteknologi.
Gedung yang berada di lahan seluas 11 hektare ini dibangun dengan konsep smart and green campus, mencerminkan komitmen kampus terhadap pendidikan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dibangun untuk Masa Depan Pendidikan yang Berdampak
Ketua Umum YPTK Maranatha, Orias Petrus Moedak, menyampaikan harapannya agar kampus baru ini segera dimanfaatkan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
“Kampus pengembangan ini diharapkan jadi saluran bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi bermutu, terutama di bidang yang relevan dengan masa depan,” ujar Orias, Senin 4 Agustus 2025.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan kampus tidak berhenti di gedung ini saja. Masih banyak potensi lahan yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat infrastruktur akademik ke depan.
Langkah Strategis Maranatha Menuju Pendidikan Tinggi yang Relevan
Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Frans Umbu Datta, menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah penting dalam perkembangan institusi pendidikan tersebut.
Ketua Umum YPTK Maranatha, Orias Petrus Moedak
- Istimewa
“Ini bukan sekadar perluasan fisik, tapi wujud nyata dari visi strategis dan komitmen jangka panjang Universitas Maranatha untuk menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berdampak bagi masyarakat,” tegas Prof. Frans.
Perkuat Kolaborasi
Dalam kesempatan yang sama, Universitas Maranatha juga menandatangani perpanjangan kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Prof. Frans menyampaikan bahwa salah satu bentuk kontribusi nyata adalah keterlibatan Maranatha dalam program rumah tidak layak huni (rutilahu), khususnya untuk bangunan eksisting agar kembali layak huni.
“Kami siap dukung berbagai program pemerintah melalui keahlian dari civitas akademika, seperti Kedokteran, Arsitektur, hingga Hukum,” jelasnya.
Fakultas Arsitektur dan Bioteknologi dipilih sebagai program awal yang beroperasi di kampus ini karena keduanya dianggap paling relevan dengan isu pembangunan berkelanjutan dan kebutuhan teknologi masa kini.
Dengan luas lahan yang strategis dan konsep kampus modern, Universitas Kristen Maranatha menargetkan kampus ini sebagai model pengembangan pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan teknologi dan lingkungan hidup.*