Gaya Hidup Slow Living Lagi Ramai Diperbincangkan

Ilustrasi Bahagia
Sumber :
  • Screenshot berita VivaNews

VIVA Jabar - Akhir-akhir ini, istilah slow living tengah naik daun di media sosial, pasca aktris senior Indonesia Lulu Tobing mengungkapkan bahwa ia tengah menjalani hidup dengan cara slow living. 

img_title ‎5 Tips Olahraga Sehat 2025, Cara Cepat Bugar dan Konsisten Jalani Resolusi

Dengan popularitas media sosial, tren lifestyle memang tengah mendominasi internet, terutama pada platform yang berfokus pada kehidupan sehari-hari, seperti di TikTok dan Instagram.  

Seperti kebanyakan "tren" di media sosial, slow living sebenarnya bukanlah hal yang baru. 

img_title Hati-hati 10 Kebiasaan Sepele yang Ternyata Sangat Berbahaya bagi Kesehatanmu

Menurut Slow Living LDN, sebuah kelompok yang membantu orang memasuki gaya hidup yang lebih santai, dan tidak "tergesa-gesa”, slow living adalah gaya hidup dimana penganutnya menjalani kehidupan dengan tidak tergesa-gesa. 

Ilustrasi Liburan

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

img_title Inilah Kuliner Viral Bandung Paling Laris, Namanya Bikin Geleng-Geleng

Slow living atau menjalani kehidupan dengan lambat memiliki konsep tidak menyerah dengan kehidupan yang berjalan cepat, tapi lebih memperlambat dan fokus pada hal-hal kecil yang biasanya diabaikan, yang membuat kita bisa lebih bersyukur untuk tiap hal. 

Gerakan ini dimulai di Italia pada tahun 80-an oleh jurnalis bernama Carlo Petrini. Awalnya ia membuat slow living bertujuan untuk melindungi tradisi makanan daerah sebagai tanggapan atas pembukaan McDonald's di pusat kota Roma, mendirikan gerakan yang dia beri nama "Slow Food" atau "Makanan Lambat", yaitu plesetan dari "makanan cepat saji" yang biasanya disajikan di restoran seperti McDonald's.  

Ilustrasi Bahagia

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

Slow living adalah perpanjangan dari gerakan Slow Food.  Dari sana, merambah ke beberapa sektor kehidupan lainnya seperti kebugaran, berkebun, bahkan interior-interior.  

Seperti yang dikatakan LDN, slow living ini tentang mempromosikan gaya hidup yang "bermakna dan lebih sadar akan sekitar", mengurangi impulsif, dan tidak menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang tidak membuat kita bahagia. Ada juga penekanan untuk menghabiskan lebih sedikit waktu di media sosial.  

Slow living ditandai dengan menemukan kepuasan dalam hidup dengan "lebih hadir" bersama orang sekitar, meluangkan waktu untuk kesenangan hidup, dan memperkuat hubungan kita dengan alam melalui kehidupan ramah lingkungan.

Ilustrasi Berwisata

Photo :
  • Screenshot berita VivaNews

Slow living juga mendorong agar kita sedikit mengurangi pengunaan teknologi.  Gerakan slow living adalah tentang melawan ekspektasi budaya yang hiruk pikuk: alih-alih melakukan sebanyak dan secepat mungkin, slow living lebih menekankan tentang melakukan sesuatu dengan lebih "sengaja", dan memprioritaskan apa yang memberi nilai di hidup kita. 

Halaman Selanjutnya
img_title