Makan Durian Disertai Minum Kopi, Bahaya atau Mitos?
VIVAJabar - Durian dikenal sebagai ‘raja buah’ yang digemari banyak orang, terutama di Asia Tenggara. Aromanya yang tajam dan dagingnya yang lembut membuat buah ini jadi favorit sekaligus kontroversial.
Namun, ada satu kombinasi yang sering menimbulkan kekhawatiran: makan durian sambil minum kopi.
Apakah benar kombinasi ini berbahaya? Atau hanya mitos yang diwariskan turun-temurun? Simak penjelasan berikut ini untuk tahu faktanya.
1. Kandungan Durian dan Kopi : Kombinasi ‘Kaya Energi’
Durian mengandung gula alami, lemak, dan protein yang tinggi. Buah ini juga mengandung sulfur organik, kalium, dan senyawa yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh.
Kopi mengandung kafein, stimulan alami yang memengaruhi sistem saraf pusat, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah dalam jangka pendek.
Saat keduanya dikonsumsi bersamaan, tubuh menerima dua asupan energi besar sekaligus, dari durian dalam bentuk gula dan lemak sedangkan dari kopi dalam bentuk stimulan kafein.
2. Potensi Dampak Negatif Bukan Murni Mitos
Beberapa potensi efek yang bisa muncul saat makan durian lalu minum kopi secara berdekatan, di antaranya :
Peningkatan Detak Jantung dan Tekanan Darah
Bagi orang dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung, kombinasi ini bisa memicu gejala seperti jantung berdebar, pusing atau mual.
Buah Durian
Masalah Pencernaan
Durian bersifat berat dan sulit dicerna jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Menambah kopi yang bersifat asam dan merangsang lambung dapat memperparah gangguan lambung atau asam lambung naik.
Peningkatan Suhu Tubuh
Banyak orang merasa tubuh panas setelah makan durian dan kafein juga bisa memberikan efek termogenik. Kombinasi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, berkeringat atau lemas.
3. Hasil Penelitian
Belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan secara langsung bahwa makan durian bersamaan dengan minum kopi bisa berakibat fatal.
Namun, penelitian dari Universiti Tsukuba, Jepang menyebutkan bahwa senyawa sulfur dalam durian dapat menghambat aktivitas enzim tertentu di liver yang berperan dalam proses detoksifikasi tubuh.
Hal tersebut diduga bisa memperlambat penguraian kafein dalam tubuh, menyebabkan efek kafein bertahan lebih lama dan lebih kuat.