Modal Rp200 Ribu Jadi Sate Maranggi Legendaris yang Bikin Antri Panjang!
- Youtube
VIVAJabar – Kuliner legendaris Purwakarta memang selalu punya cerita menarik di baliknya. Sate Maranggi Haji Yeti menjadi destinasi wajib yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Purwakarta.
Wisata kuliner Jawa Barat kini semakin kaya dengan hadirnya warung yang sudah eksis puluhan tahun. Tempat ini selalu ramai pengunjung hingga area parkir tidak cukup menampung kendaraan.
Sate maranggi terkenal ini punya kisah inspiratif dari pemiliknya yang memulai usaha dari nol. Bu Yeti mengawali bisnis dengan modal pas-pasan namun tekad yang kuat.
Makanan khas Purwakarta yang satu ini telah menjadi ikon kuliner daerah setempat. Kelezatan cita rasa yang autentik membuat banyak orang rela datang dari jauh.
Kisah Inspiratif Dimulai dari Es Kelapa
Pertama, usaha keluarga ini dimulai dari jualan es kelapa pada tahun 1985. Orang tua Bu Yeti sudah lebih dulu berjualan di lokasi yang sama.
Kedua, tahun 1990 Bu Yeti mulai mencoba jualan sate dengan modal Rp200.000. Modal tersebut hanya cukup untuk membeli 2 kilogram daging saja.
Ketiga, resep sate maranggi yang digunakan adalah hasil eksperimen sendiri. Setiap hari Bu Yeti terus mencoba dan menyempurnakan resep hingga menemukan cita rasa yang pas.
Keempat, konsistensi dan kerja keras akhirnya membuahkan hasil. Dari 2 kilogram daging per hari, kini warung ini bisa menghabiskan puluhan kilogram setiap harinya.
Sate Maranggi Haji Yeti
- Youtube
Menu Andalan yang Bikin Nagih
Sate sapi dan kambing menjadi menu utama dengan bumbu khas yang meresap sempurna. Daging dipanggang hingga matang dengan tingkat kematangan yang pas.
Ikan gurame bakar dengan daun pisang jadi pilihan menarik untuk yang bosan daging. Teknik pembakaran dengan daun pisang mencegah ikan gosong dan memberikan aroma khas.
Nasi timbel dan nasi tutup oncom melengkapi hidangan utama. Kombinasi nasi hangat dengan lauk pauk menciptakan harmoni rasa yang sempurna.
Porsi yang generous dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama. Pengunjung bisa makan kenyang tanpa menguras kantong terlalu dalam.
Sate Maranggi Haji Yeti
- id.pinterest.com
Strategi Pemasaran Modern di Era Digital
Bu Yeti yang sudah berusia senja ternyata melek teknologi dan aktif konten kreator. Meski mengaku tidak mengerti teknis editing, konten buatannya justru banyak disukai.