Rumah Makan Ma’ Uneh, Permata Kuliner Legendaris di Gang Bandung
- Instagram @rumahmakanmauneh
VIVAJabar – Rumah Makan Ma’ Uneh merupakan salah satu tempat kuliner ikonik yang wajib dikunjungi saat berwisata di Bandung.
Meski tersembunyi di dalam gang sempit, rumah makan tradisional ini selalu menarik banyak pengunjung.
Terletak di Jalan Pajajaran, Gang Terasana No. 132, Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Rumah Makan Ma’ Uneh sudah eksis sejak 1953.
Awalnya, tempat ini hanya menyajikan lotek, namun seiring waktu, menunya berkembang dan kini menawarkan beragam hidangan khas Sunda.
Hingga saat ini, rumah makan ini masih mempertahankan statusnya sebagai satu-satunya cabang yang “asli”, tanpa ada cabang di lokasi lain.
Rumah Makan Ma’ Uneh dikenal dengan beragam pilihan masakan Sunda autentik.
Pelanggan dapat menikmati hidangan seperti pepes, gurame, ikan mas goreng, jambal, hingga leunca dan aneka sambal, yang disiapkan menggunakan resep warisan leluhur.
Meski berada di gang sempit, tempat ini berhasil dikelola dengan sangat baik dan berhasil menciptakan suasana yang nyaman dan tetap mempertahankan suasana tradisional sederhana.
Suatu keunikan tersendiri yang kerap membuat pengunjung rela antre panjang demi mencicipi makanannya.
Meskipun letaknya berada di gang, lokasinya cukup mudah ditemukan. Rumah makan ini berada sekitar 250 meter atau tiga menit berjalan kaki dari Stadion Pajajaran.
Bagi pengunjung yang datang dengan kendaraan, di sekitar gang telah tersedia petunjuk arah, sehingga tidak perlu khawatir tersesat.
Jika datang dari pusat kota Bandung, perjalanan hanya sekitar 3,1 km atau enam menit berkendara.
Dari Stasiun Bandung, jaraknya sekitar 1,9 km (sekitar lima menit), dan jika dari Gerbang Tol Pasteur, cukup sekitar 4,1 km atau sembilan menit berkendara.
Rumah Makan Ma’ Uneh bukan sekadar menyajikan makanan Sunda, ia adalah simbol rasa, tradisi, dan dedikasi yang tetap hidup sejak lebih dari enam dekade lalu.
Keistimewaannya yang terletak dalam keaslian lokasi serta cita rasa turun-temurun menjadikannya destinasi kuliner yang tak hanya menggugah selera tetapi juga menyimpan sejarah kuliner Bandung.