Wajib Tahu, Seblak Bandung Kini Saingi Mie Instan di Pasar Dunia

Seblak Bandung
Sumber :
  • Instagram @sumur_dan_seblak_kombi22

VIVAJabar – ‎‎Dari dapur sederhana hingga menembus pasar internasional, seblak kini menjelma sebagai salah satu kuliner khas Indonesia yang semakin mendunia. 

img_title ‎5 Cara Anak Bijak Bermedia Sosial di Era Digital

‎Hidangan pedas asal Bandung ini tak hanya diminati masyarakat lokal, tapi juga berhasil mencuri perhatian penikmat kuliner di luar negeri.

‎Seblak dikenal dengan perpaduan cita rasa gurih, pedas, serta teksturnya yang khas. 

img_title Sate Jando Gasibu di Bandung, Kuliner Viral yang Bikin Antre Sejak Pagi

‎Hidangan ini berbahan utama kerupuk yang direbus, lalu dimasak bersama bumbu kencur, cabai, bawang putih, dan aneka rempah. 

‎Dari yang awalnya hanya tersedia dalam bentuk sederhana, kini seblak hadir dalam variasi modern, mulai seblak kuah, seblak kering, hingga dengan tambahan topping seperti seafood hingga mozarella.

img_title Hati-Hati, 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bikin Mata Rusak

Seblak Bandung

Photo :
  • Instagram @seblaksamimirah

‎Konon, makanan ini pertama kali muncul di Soreang, Bandung. 

‎Nama “seblak” sendiri diyakini berasal dari bahasa Sunda yang berarti “mengagetkan,” merujuk pada sensasi pedas yang mendominasi. 

‎Saat ini, seblak bisa ditemui di berbagai tempat, mulai dari pedagang kaki lima, warung sederhana, hingga kafe dan restoran modern.

‎Perkembangan pesat seblak tak lepas dari peran media sosial

‎Video kreasi masakan hingga tantangan makan seblak super pedas yang viral di TikTok, Instagram, hingga YouTube membuat popularitasnya terus meningkat. 

‎Data Google Trends pun mencatat lonjakan pencarian kata “seblak” sejak tahun 2020, terutama saat pandemi COVID-19, ketika masyarakat banyak mencoba membuat seblak sendiri di rumah. 

‎Kondisi ini bahkan mendorong munculnya bisnis rumahan, termasuk produk seblak instan maupun beku.

‎Salah satu kisah sukses datang dari Tia Lestari (28), pemilik usaha “Seblak Mamake” di Antapani, Bandung. 

‎Awalnya ia hanya menjual kepada tetangga, namun kini usahanya berkembang pesat hingga memiliki gerai sendiri dengan omzet jutaan rupiah per bulan. 

‎Bahkan, produk seblak instan sudah mulai menembus pasar ekspor ke Malaysia, Singapura, hingga Taiwan, dan tersedia di berbagai e-commerce serta retail modern.

‎Meski peluangnya besar, seblak juga menghadapi tantangan. 

‎Persaingan ketat membuat para pelaku usaha dituntut menjaga cita rasa dan kualitas kebersihan produk. 

‎Selain itu, rasa pedas yang kuat juga memiliki risiko bagi kesehatan. Menurut dr. Rina Marlina, konsumsi seblak sebaiknya tetap dibatasi.

Halaman Selanjutnya
img_title