Sate Jando Gasibu di Bandung, Kuliner Viral yang Bikin Antre Sejak Pagi
- Instagram @mampirsebentar.id
VIVAJabar – Bandung kembali mencuri perhatian dengan kuliner unik yang menjadi primadona pagi hari.
Sate Jando, terletak di kawasan Gasibu, tepatnya di belakang Gedung Sate, warung sate ini selalu dipadati pengunjung sejak pagi buta.
Antrean panjang sudah terlihat sebelum warung buka, menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat terhadap sajian khas ini.
Sate Jando berbeda dari sate pada umumnya. Bahan utamanya adalah daging dari bagian payudara sapi, yang dikenal dengan sebutan “jando”.
Teksturnya lembut, sedikit kenyal, dan memiliki rasa gurih yang khas.
Sate Jando Gasibu
- Instagram @naufalnowo
Dalam satu tusuk sate, terdapat dua potong jando berukuran besar, memberikan kepuasan tersendiri bagi para penikmatnya.
Keunikan lainnya terletak pada bumbu kacangnya.
Bumbu yang digunakan kaya akan rempah, memberikan sensasi rasa yang mirip dengan rujak.
Perpaduan rasa gurih, asin, dan sedikit manis menjadikan sate ini begitu digemari oleh berbagai kalangan.
Warung Sate Jando ini dikelola oleh Agung, generasi penerus Mbok Ayu Ngatemi, yang memulai usaha ini sejak tahun 1970.
Awalnya, sate ini dijajakan dengan cara digendong di kantin kompleks Gedung Sate, sehingga dikenal dengan nama “Sate Gendong Mbok Ayu Ngatemi”.
Kini, warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, dengan harga satu porsi sekitar Rp30.000.
Setiap harinya, warung ini mampu menjual hingga 4.000 tusuk sate, termasuk varian jando, sapi, ayam, dan jeroan.
Meskipun tidak memiliki cabang, Sate Jando Gasibu tetap menjadi destinasi kuliner wajib bagi siapa saja yang berada di Bandung.