Jangan Diremehkan, Menahan Pipis Ternyata Bisa Picu Penyakit Mematikan
VIVAJabar – Menunda buang air kecil mungkin terlihat sepele, terutama saat kita tengah sibuk bekerja, terjebak dalam kemacetan, atau malas pergi ke toilet. Namun, kebiasaan ini sebenarnya dapat menimbulkan masalah yang serius bagi kesehatan.
Jika dilakukan berulang kali, dampaknya bisa sangat berbahaya dan dapat memengaruhi kinerja organ-organ penting, terutama ginjal dan kandung kemih.
Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa kandung kemih manusia hanya dapat menampung sekitar 400 hingga 600 mililiter urine.
Ketika kapasitas ini sudah terpenuhi, tubuh akan memberikan sinyal agar kita segera pergi ke toilet. Jika sinyal ini diabaikan, tekanan dalam kandung kemih akan meningkat, memaksa otot-otot berfungsi lebih keras daripada biasanya.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah pada otot kandung kemih dan mengurangi kemampuannya untuk menampung urine.
Selain itu, menunda buang air kecil juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Urine yang tertahan dalam waktu lama memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang.
Gejala yang muncul biasanya berupa rasa sakit saat berkemih, nyeri saat berkemih, dan demam ringan.
Jika dibiarkan, ISK berisiko menyebar ke ginjal dan menghasilkan komplikasi serius seperti pielonefritis, yang dapat berujung pada gagal ginjal.
Risiko lain yang juga sangat berbahaya adalah terbentuknya batu ginjal. Menahan urine akan membuat kadar mineral dan garam di dalam kandung kemih menjadi lebih pekat.
Jika ini terjadi secara terus-menerus, endapan tersebut akan mengeras dan membentuk batu ginjal, yang menyebabkan nyeri hebat dan memerlukan penanganan medis khusus untuk mengatasinya.
Dampak negatif dari menahan buang air kecil juga dapat memengaruhi sistem saraf dan tekanan darah.
Ketika kandung kemih terus dipaksa menahan urine, sistem saraf otonom bekerja lebih keras untuk menanggulangi kontraksi otot.
Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah.
Untuk menghindari risiko-risiko ini, penting untuk terbiasa tidak menunda keinginan buang air kecil. Jika merasa sering menahan karena pekerjaan atau aktivitas lain, cobalah untuk mengatur pola minum, memanfaatkan waktu istirahat untuk ke toilet, dan menjaga kebersihan area intim untuk terhindar dari infeksi.