Jangan Panik, Begini 5 Trik Aman Simpan Uang di Tengah Gejolak Demo

Uang
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – ‎Gelombang demonstrasi yang marak di sejumlah daerah Indonesia belakangan ini tidak hanya menimbulkan keresahan sosial, tetapi juga menambah kecemasan masyarakat soal keamanan finansial. 

img_title Ibu Hamil Wajib Tahu, 4 Pantangan yang Bisa Ganggu Kesehatan Janin

‎Pertanyaan yang kerap muncul adalah: bagaimana cara menyimpan uang agar tetap aman di tengah situasi yang penuh ketidakpastian?

‎Lima langkah penting yang bisa dijadikan pegangan untuk menjaga kondisi keuangan pribadi tetap stabil meski keadaan sekitar tidak menentu.

img_title Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini, Kamis 11 September 2025

‎Perkuat Stabilitas Pekerjaan

‎Langkah pertama adalah memastikan sumber penghasilan utama tetap terjaga. 

img_title Bukan Gaji Tinggi, Inilah Rahasia Orang Kaya Membangun Kekayaan

‎Walaupun pasar tenaga kerja saat ini relatif kuat, kondisi dapat berubah cepat jika situasi sosial dan politik semakin panas.

‎“Kalau belum bekerja, atau ingin posisi yang lebih baik, sekarang saat yang tepat memanfaatkan pasar kerja yang sangat kuat,” ujar Mari Adam, perencana keuangan bersertifikat.

‎Siapkan Dana Darurat yang Mudah Dicairkan

‎Mempunyai cadangan dana likuid sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar bila terjadi krisis. 

‎Dana bisa disimpan dalam bentuk deposito, reksa dana pasar uang, atau instrumen serupa.

‎“Simpan setidaknya setahun biaya hidup di luar portofolio investasi, dan tambah obligasi jangka pendek 2–4 tahun agar bisa melewati masa sulit,” saran Rob Williams, Direktur Pelaksana Perencanaan Keuangan di Schwab Center for Financial Research.

‎Hindari Keputusan Finansial karena Panik

‎Ketika berita tentang harga melonjak atau kerusuhan mencuat, orang sering terburu-buru mengambil keputusan keuangan. 

‎Namun hal itu justru bisa berujung penyesalan.

‎“Melakukan perubahan drastis di tengah ketidakpastian biasanya hanya akan disesali,” kata Don Bennyhoff, Kepala Investasi di Liberty Wealth Advisors. 

‎Dia menambahkan, sejarah pasar membuktikan mekanisme pemulihan selalu ada.

‎Stabilitas finansial dibangun dari konsistensi. 

‎Rasa cemas akibat situasi sulit tidak boleh menggoyahkan rencana jangka panjang.

‎“Kumpulkan fakta, ambil keputusan terbaik sesuai tujuan pribadi. Setelah itu, lepaskan,” jelas Mari Adam. 

‎Menurutnya, yang bisa kita kendalikan adalah reaksi pribadi, bukan arah pasar.

‎Setiap orang memiliki kenyamanan berbeda soal risiko keuangan. 

‎Ada yang memilih aman meski imbal hasil kecil, ada pula yang berani mengambil risiko demi pertumbuhan lebih besar.

Halaman Selanjutnya
img_title