5 Kontroversi Ditemui dari Sosok Edi
- Screenshot berita VivaNews
Meski begitu, belakangan ia meminta maaf atas pernyataannya tersebut yang viral di media sosial. Menurutnya, botol yang ia maksud bukanlah boto sianida, melainkan botol parfum Hermes.
2. Suka Main Perempuan
Dalam film dokumenter kasus 'Kopi Sianida' tersebut ada adegan ayah dari Wayan Mirna Salihin itu berada di makam sang putri yang telah meninggal dunia.
Saat itu, ia sempat meminta maaf di depan makam dan mengaku salah karena sering bergonta-ganti pasangan.
"Ya maafin Papa, kesalahan Papa. Memang Papa nakal juga, suka gonta-ganti perempuan. Salah Papa," ujar ayah Mirna.
3. Keluarkan Uang untuk Penjarakan Jessica
Pengakuan kontroversi berikutnya adalah dia mengakui bahwa selama persidangan rela mengerahkan kekuatan dan uangnya untuk melawan Jessica Wongso.
Sebab, ia beralasan bahwa Jessica wongso telah mengeluarkan uang untuk menyewa Otto Hasibuan.
Edi Darmawan Salihin, Ayah Wayan Mirna Salihin
- screenshoot by Viva
"Untung Papa defense Mirna waktu itu. Sendiri, tanpa lawyer. Jadi dengan kekuatan Papa, power Papa, semua Papa keluarin. Pokoknya Papa mesti mati-matian saat itu," tegas ayah Mirna.
4. Ejek Wajah Jessica Wongso
Masih dalam cuplikan film dokumenter, Edi Darmawan Salihin yang berpendapat tentang kasus pembunuhan tersebut menjadi viral dan menjadi sorotan publik di media sosial.
Hal tersebut karena wajah Mirna Salihin cantik sementara wajah Jessica Wongso tampak aneh.
"Makanya ini kasus bisa meledak karena orang melihat Mirna itu cantik. Kok dibunuh orang? Gitu orang pengin tahu. Jessica kan mukanya agak aneh begitu. Wajah aneh," tutur Edi.
5. Marah Foto Jenazah Mirna Berubah
Saat kasus kematian Mirna Salihin tengah bergulir di persidangan pada tahun 2016 silam, Edi Darmawan pernah marah ketika ada seorang ahli yang menyatakan ciri-ciri seseorang yang meninggal karena racun sianida yaitu jenazahnya berwarna merah ceri.
Sebab, ketika itu diketahui jenazah Mirna berwarna biru, sehingga tidak sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh ahli tersebut.
Edi seakan ngotot kalau sang anak meninggal karena Sianida dan berusaha memperlihatkan bukti baru bahwa jenazah putrinya itu berwarna merah.