DKUPP Purwakarta Luncurkan Program Pengembangan UMKM

DKUPP Purwakarta Luncurkan Program Pengembangan UMKM
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jabar – DKUPP Purwakarta berupaya memfasilitasi ratusan usaha mikro menjadi usaha kecil. Salah satunya tercermin dalam Program Pengembangan UMKM

img_title Bongkar Alasan Mengejutkan, Dedi Mulyadi Mutasi 10 Pejabat Sekaligus

Sub Kegiatan Fasilitasi Usaha Mikro Menjadi Usaha Kecil dalam Pengembangan Produksi dan Pengolahan, Pemasaran, SDM serta Desain dan Teknologi Tahun Anggaran 2023.

Program tersebut disupport melalui realisasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun ini 2023. Sedikitnya ada 200 usaha mikro di Purwakarta yang diproyeksikan menjadi usaha kecil.

img_title Traveler Wajib Tahu, Ini 5 Spot Oleh-Oleh Bandung Paling Kekinian ‎

"Melalui fasilitasi dan pelatihan ini diharapkan tumbuh wirausaha baru. Mereka yang telah dilatih ini kami dorong bisa mengembangkan usahanya, meningkatkan kapasitasnya, meningkat dari sisi perekonomiannya baik dirinya, keluarganya dan inovasinya lebih baik lagi," ujar Plt Kepala DKUPP Purwakarta Eka Sugriyana, Selasa 28 November 2023.

Fasilitasi pelatihan keterampilan kerja melalui reasliasi DBHCHT 2023 ini difokuskan mengangkat potensi-potensi wilayah di Kabupaten Purwakarta.

img_title Digitalisasi UMKM Makin Ngebut, Aksesmu Ajak Seribu Pedagang

"Ada empat jenis pelatihan yang kami laksanakan antara lain Pelatihan pembuatan gula di Kelurahan Cipaisan Kecamatan Purwakarta, pelatihan pembuatan abon di Desa Pasir Jambu Kecamatan Maniis dan di Desa Galumpit Kecamatan Tegalwaru ucap Eka.

Selanjutnya ada dua pelatihan lagi yang baru akan dilaksanakan di bulan depan. Yakni pelatihan pembuatan pala dan pelatihan pembuatan teh. 

"Kami ingin potensi wilayah yang ada itu terekstaksi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar. Selanjutnya usaha-usaha mikro yang sudah ada ini kami fasilitasi untuk menjadi usaha kecil," ujar Eka.

Tak ketinggalan, DKUPP Purwakarta turut memberikan fasilitasi di wilayah  pemasaran, packaging dan pengembangan jejaring bisnis lainnya.

"Sehingga para pelaku usaha kecil ini tidak perlu repot lagi memikirkan pasar dan jaringan. Soal pemasaran akan kami bantu baik dari sisi konvensional maupun digital," ucap Eka.

Saat ini jumlah usaha kecil di Purwakarta sudah relatif banyak. Akan tetapi, mereka masih memerlukan bantuan pelatihan lagi untuk inovasi dan jejaring. 

"Usaha di zaman sekarang perlu inovasi yang up to date baik dari segi produk dan strategi pemasaran. Dan kami angat terbantu sekali dengan realisasi DBHCHT ini, banyak pemanfaatan bagi masyarakat yang saat ini berstatus sebagai usaha mikro maupun kecil," kata Eka.

Halaman Selanjutnya
img_title