Mantan Sekjen PKB Ungkap Penyebab AMIN Kalah dari Prabowo-Gibran, Ungkit Hubungan PKB - NU

Mantan Sekjen PKB, Lukman Edy (baju batik)
Sumber :

VIVA JabarLukman Edy yang notabene mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali buka suara soal hasil Pilpres 2024.

Kalender Ramadan 2025 Muhammadiyah: Puasa Dimulai 1 Maret, Lebaran 30 Maret

Ia menyoroti hasil quick count dimana pasangan Anies-Muhaimin kalah dari Prabowo-Gibran.  Menurut Lukman, Anies-Muhaimin kalah karena Presiden Jokowi menaruh perhatian kepada warga NU yang menjadi basis suara PKB selaku partai yang mengusung Anies dan Muhaimin Iskandar.

Bahkan, menurut Lukman, pasangan Anies-Muhaimin kerap menyerang pemerintahan Jokowi.

Informasi Lengkap: Tanggal Mulai Puasa dan Idul Fitri 2025 Versi Muhammadiyah

"Mungkin NU itu selama ini merasa diopeni (diperhatikan) pemerintahan Jokowi. Sepertinya NU itu tidak suka dengan cara menyerang. Dalam kampanye-kampanye kemarin," ujar Lukman Edy dalam konferensi pers di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Sabtu (24/02/24).

Kemudian, Lukman Edy menyebut bahwa warga NU merasa tidak cocok dengan cara kampanye Anies-Muhaimin. Tak ayal, warga NU memilih pasangan calon lain yakni Prabowo-Gibran.

Awal Puasa dan Lebaran 2025 Menurut Muhammadiyah: Inilah Tanggal Pentingnya

"Kemudian ketika dihitung bacaan quick count itu memang bacaannya memang seperti itu, NU-nya kok banyak milih 02," kata Lukman.

"Walaupun Cak Imin itu NU, tapi kalau kemudian dianggap tidak pas untuk hari ini diwakilkan suaranya ke capres 01 ke pemilih 02, saya kira itu," tambah dia.

Lukman menambahkan, PKB harus melakukan evakuasi diri. Menurut Lukman hubungan PKB dan NU tidak begitu harmonis sehingga berdampak pada perolehan suara AMIN.

"Saya kira hubungan yang tidak baik dengan PBNU tengkar dengan PBNU menurut saya itu punya implikasi negatif juga terhadap suara yang diperoleh 01," imbuh dia.