Alasan Gus Miftah Dikeluarkan dari Grup WhatsApp Para Gus Terungkap!

Gua Miftah
Sumber :
  • Istimewa

Jabar –Grup WhatsApp Gus Miftah menjadi perhatian publik karena mengungkapkan dinamika sosial dan hierarki dalam komunitas tertentu. Kasus ini menyebabkan perdebatan sengit tentang arti gelar keagamaan.

img_title Thom Haye Ungkap Alasan dan Ambisinya Gabung Persib Bandung

syarat untuk menjadi anggota kelompok, pentingnya toleransi, dan inklusi 

Gus Miftah pernah dikeluarkan dari Gus Group. Peristiwa ini menunjukkan pandangan sempit yang masih ada di masyarakat, yaitu bahwa seseorang hanya boleh menerima gelar tertentu jika mereka memiliki latar belakang atau keturunan tertentu.

img_title Tak Terduga! Alasan Patrick Kluivert Restui Thom Haye dan Eliano Reijnders Pindah ke Persib

Gua Miftah

Photo :
  • Istimewa

Pernyataan Miftah disampaikan saat dia berpidato di salah satu pengajian yang dihadiri oleh banyak jemaah. 

img_title Persib Bandung Ungkap Alasan Mengejutkan Usai Rekrut Andrew Jung

Dia menceritakan peristiwa ini pada saat Pesantren Ora Aji baru didirikan, sekitar tahun 2011-2012.

“Saya dulu bikin pondok di Jogja, semua orang meremehkan saya ‘Miftah itu siapa’,” ujar Miftah dilihat melalui unggahan YouTube Tuju Detik, Jumat 13 Desember 2024.

Miftah mengatakan dia pernah diundang ke grup WhatsApp Gus, tetapi kemudian dikeluarkan karena dianggap tidak pantas.

“Saya dimasukkan ke grup WhatsApp, grup para Gus, kemudian dikeluarkan. ‘Miftah nggak pantes gabung WhatsApp grup para Gus, dikeluarkan,” kata dia.

Miftah mengatakan bahwa orang-orang menganggapnya tidak pantas karena orangtuanya bukan kiai. Sementara itu, panggilan "Gus" biasanya diberikan kepada anak-anak kiai atau tokoh agama pemilik pondok pesantren.

Miftah tidak tinggal diam saat dia diusir dari grup WhatsApp Gus. Ia sempat memberi teguran keras kepada anak-anak kiai agar mereka tidak membanggakan nama orangtuanya hanya dengan menggunakan nama mereka.

“Miftah anaknya siapa, kok ngeti-ngerti Gus. Saya bilang ‘generasi yang paling jelek adalah yang mengatakan bapak saya orang hebat, sementara di saat ia berkata seperti itu, dia bukan siapa-siapa. Malu,” kata dia.

“Makanya saya bilang sama para Gus, kamu itu harusnya malu, yang hebat bapakmu, bukan awakmu,” tandasnya.