Hati-Hati Gibah Saat Lebaran, Ini Pesan Ustaz Hanan Attaki

ustaz hanan attaki
Sumber :

VIVA Jabar – Lebaran  idulfitri biasanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi guna mempererat hubungan keluarga. Namun yang tidak pernah kita sadari obrolan bisa menjadi gibah atau membicarakan keburukan orang lain.

img_title Azizah Salsha Angkat Bicara Usai Digugat Cerai Pratama Arhan, Harus Terima Risiko

Dalam Islam, perbuatan gibah termasuk perbuatan tercela yang dianalogikan seperti memakan bangkai saudara sendiri seperti di jelaskan dalam Alqur'an(QS. Al-Hujurat: 12). Meski demikian, adakah kondisi tertentu yang membuat gibah diperbolehkan?

Dalam ceramahnya yang dikutip dari kanal YouTube @Almuinu, Ustaz Hanan Attaki menjelaskan bahwa ada kondisi tertentu di mana gibah dapat dibenarkan.

img_title Rahasia Pasangan Bahagia, 5 Cara Jaga Hubungan Tetap Harmonis

"Ada gibah yang diperbolehkan, yaitu ketika berkaitan dengan kemungkaran yang bisa membahayakan orang lain," jelasnya.

Contohnya, jika seseorang memiliki kebiasaan buruk yang berpotensi merugikan banyak orang, seperti melakukan penipuan atau tindakan kriminal lainnya, membicarakannya kepada pihak berwenang bisa menjadi langkah pencegahan.

img_title Kabar Buruk Menimpa Rumah Tangga Pratama Arhan dan Azizah Salsha

Namun, ia mengingatkan bahwa membicarakan keburukan orang lain tetap harus dilakukan dengan hati-hati.

ustaz hanan attaki

Photo :
  • -

"Gibah yang diperbolehkan harus memiliki tujuan yang jelas, tidak boleh berlebihan, dan hanya disampaikan kepada mereka yang memang perlu mengetahui informasi tersebut," tambahnya.


Silaturahmi Lebih dari sekadar berkumpul dan menikmati hidangan khas Lebaran, Ustaz Hanan mengingatkan bahwa silaturahmi seharusnya menjadi ajang memperbaiki hubungan yang renggang.

Ia mengutip hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir, yang artinya: "Sambunglah orang yang memutuskan hubungan denganmu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu." (HR Ahmad).

Ia menekankan pentingnya menyapa dan mendekati anggota keluarga yang mungkin selama ini menjauh karena kesalahpahaman atau konflik, seperti perbedaan pendapat atau masalah warisan.

"Jangan ragu untuk mengulurkan tangan terlebih dahulu. Jika mereka menolak atau mengabaikan, tetaplah berusaha menjaga tali silaturahmi," pesannya.

Allah menjanjikan ganjaran besar bagi siapa saja yang menjaga hubungan baik dengan sesama. Sebaliknya, mereka yang memutuskan tali silaturahmi mendapat peringatan keras.

"Sambungkanlah orang yang memutuskanmu, maka Allah akan mendekatkanmu di surga," ujar Ustaz Hanan.

Oleh karena itu, saat merayakan Lebaran, penting untuk menjaga lisan agar tidak tergelincir dalam gibah dan lebih fokus mempererat hubungan keluarga.

Halaman Selanjutnya
img_title