Segara Aktivasi Rekening Bantuan PIP 2025 Sebelum Batas Akhir, Untuk Tingkat SD, SMP dan SMA

Cek status penerima PIP melalui SIPINTAR.
Sumber :
  • VIVA Bandung.

VIVA Jabar – Bagi seluruh siswa di Indonesia yang telah terdaftar dalam surat keputusan nominasi Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025 dihimbau untuk segera melakukan sebuah aktivasi rekening

img_title Situ Cisanti Bandung, Hulu Citarum yang Jadi Wisata Alam Hits

Dalam hal ini juga telah disampaikan oleh kepala tim kerja Program Indonesia Pintar dari puslapdik Kementerian Dasar Menengah yaitu Sofiana Nurjanah yang telah menekankan bahwa sangat penting bagi para siswa penerima bantuan PIP untuk segera melakukan aktivasi rekening.

"Penerima SK Nominasi PIP ini meliputi siswa kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA/SMK. Mereka teridentifikasi sebagai penerima PIP tahun 2024 berdasarkan pemadanan data di DTKS-P3KE, tapi tercatat belum menyelesaikan proses aktivasi rekening," kata Sofiana dalam keterangannya di laman resmi Puslapdik Kemendikdasmen.

img_title Presiden Datangi Keluarga Affan Kurniawan, Janji Penuhi Impian Almarhum

Bahkan dirinya juga telah menjelaskan aktivasi rekening ini harus dilakukan di bank penyaluran yang sudah ditentukan. 

"Masa aktivasi rekening dimulai tanggal 1-31 Mei 2025. Saat ini, kami sedang dalam proses pengusulan pembuatan buku tabungan, dan kartu ATM kepada BNI, BRI, dan BSI selaku bank penyalur," ujar Sofiana.

img_title Segini Besaran Dana PIP Setiap Jenjang Pendidikan 2025

Dan bagi para semua siswa yang ingin mengetahui apakah dirinya termasuk dalam daftar penerima dan apa itu yang tercantum dalam SK Nominasi, siswa ataupun orang tua harus melakukan sebuah pengecekan secara online melalui website SiPintar yang telah tersedia di website pip.kemdikdasmen.go.id.

"Silakan kunjungi website tersebut, kemudian cair kolom yang bertuliskan 'Cek Penerima PIP'. Setelah itu, masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan benar, tanpa menggunakan spasi, baik di awal, di tengah, maupun di akhir," kata Sofiana.*