Drama Ijazah Palsu Jokowi Dodo Masih Berlanjut, Taufiq Tolak Keras Cabut Gugatan, Ini Alasannya

Jokowi dan Prabowo.
Sumber :
  • Instagram @catchmeupid

VIVAJabar – Polemik Ijazah palsu Jokowi Dodo masih terus bergulir hingga saat ini.

img_title Akhirnya, Bareskrim Jadwalkan Mediasi Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Pekan Ini

Diketahui, baru-baru ini Jokowi tidak hadir dalam sidang perdananya karena menjadi utusan khusus ke vatikan untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Paus Fransiskus. 

Kabar palsunya Ijaza Jokowi sempat menjadi topik hangat pada tahun lalu karena perbedaan fisik dari foto Jokowi saat muda hingga saat ini. 

img_title Tak Terduga! Ternyata 3 Drama Pratama Arhan dan Azizah Salsha Dicurigai Pengalihan Isu

Roy Suryo

Photo :
  • -

img_title Miliano Jonathans Tolak Mentah-mentah Tawaran Naturalisasi Timnas Indonesia Gegara Ini

Kejanggalan terus terjadi tatkala Roy Suryo membeberkan ketidak harmonisan font yang dan juga media cetak skripsi yang digunakan pada skripsi Jokowi. 

Kabar ini menimbulkan perdebatan dikalangan masyarakat. Pasalnya, banyak yang mengira bahwa kasus ini akan berpengaruh pada kabinet Presiden Prabowo-Gibran. 

Muhammad Taufiq selaku penggugat menolak keras untuk mencabut gugatannya, Ia menegaskan tidak ada jalur damai atas kasus ini. 

Taufiq juga berharap bahwa Jokowi akan hadir di persidangan berikutnya termasuk proses mediasi yang berlansung selama 30 hari. 

"Perma Nomor 1 2016, seperti saya bilang, seolah-olah saya ngajak damai. (Proses mediasi) memang wajib, itu mandatory." ujar Taufiq

"Dan nanti, akan nanti diteken berita acara bahwa para pihak (berperkara) melakukan mediasi dalam kurun waktu 30 hari. Jadi, ini bukan keinginan penggugat, damai, dicabut, enggak," tambahnya. 

Taufiq juga membeberkan bahwa mediasi merupakan prosedural yang sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2016. 

Adapun mediator yang ditunjuk ialah Guru Besar  Univesitas  Negeri Surakarta (UNS), Prof. Adi Sulistiyono karena memilki kedekatan antara Jokowi dan dirinya. 

"Kalau mediatornya gurunya saya dan Pak Irpan, tentu memiliki nuansa berbeda. Saya meyakini, reputasi beliau memiliki kemampuan menyelesaikan perkara seperti ini," pungkasnya.*