Ganjar Pranowo Tolak Berkomentar: Ada yang Lebih Penting Daripada Keaslian Ijazah
- Istimewa
VIVAJabar – Ganjar Pranowo salah satu kader PDIP mengaku tidak tertarik mebahas isu terkait Ijazah paslsu Jokowi Dodo.
Menurutnya ada banyak yang perlu difokuskan dan dibahas daripada membahas keabsahan Ijazah Jokowi.
“Saya tidak tertarik untuk komentar soal itu ya. Saya lebih tertarik mengomentari korban PHK hari ini,"
"Siapa yang tidak bisa bekerja, bagaimana kondisi perubahan global saat ini yang mesti kita respons, itu jauh lebih menarik,” ujar Ganjar.
Ganjar Pranowo.
- Viva.co.id
Tidak hanya itu, Ganjar juga merasa santai dan percaya bahwa mereka akan membuka bukti-bukti yang ada di hadapan majelis.
“Saya rasa dua pihak sudah siap membuktikan di pengadilan. Jadi, mari kita berbicara yang lebih strategis untuk ke depan,” kata Ganjar.
Di sisi lain, Jokowi Dodo malah absen dari sidang perdananya karena harus menjadi utusan negara yang mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia pada pemakaman Paus Fransiskus.
Kasus ini menyeret nama Jokowi yang di gugat oleh Muhammad Taufiq selaku kelompok yang menyuarakan Ijazah palsu dalam Tim Usaha Ga Punya Malu (TIPU UGM).
Kasus ini terdaftar di Pengadilan Negeri Solo, Jawa Tengah pada Kamis, 24 April 2025 dengan nomor perkara 99/Pdt.G/2025/PN SKT.
Selain Jokowi terdapat nama lainnya yang menjadi tergugat ialah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, dan tergugat III, SMA Negeri 6 Surakarta, Tergugat IV, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang hadir dengan kuasa hukum masing-masing.
Ketidakhadiran Jokowi digantikan oleh kuasa hukumnya, Irpan. Ia juga meminta untuk melakukan mediasi, akan tetapi Taufiq sendiri menolak ajakan damai dan hanya melakukan mediasi saja.**