Hapus Kebijakan Wisuda di Sekolah, Dedi Mulyadi Diamuk Siswa Sekolah

Dedi Mulyadi
Sumber :

VIVAJabar – Kebijakan Dedi Mulyadi menjadi boomerang bertombak dua, tidak sedikit yang mengkritik bahwa kebijakannya terlalu keras bagi masyarakat. 

img_title Dedi Mulyadi Geram, Sampah Pasar Caringin Tak Kunjung Terselesaikan

Gubernur Jawa Barat ini aktif dan terbuka bagi masyarakat terkait kebijakan dan juga alasan dari perlakuan kebijakan tersebut.

Kendati demikian masih banyak warga yang merasa terbebani dan tidak terbiasa dengan kebijakan Dedi Mulyadi. 

img_title HUT Karawang ke-392, Dedi Mulyadi Minta Kota Lebih Rapi dan Estetik

Dedi Mulyadi

Photo :
  • -

img_title Fakta Baru, Dedi Mulyadi Klarifikasi Anggaran Dinas Gubernur Jauh dari Isu Rp2,8 Miliar Per Bulan

Kritik yang banyak disorot ialah kebijakan penghapusan kegiatan wisuda  di sekolah TK-SMA. Melihat respon negatif, Dedi Mulyadi langsung mengajak siswa dan orang tua berdiskusi terkait kebijakan wisuda. 

Dilansir dari kanal YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel (27/4/2025) Dedi menampilkan diskusi dramatis. 

"Di negara mana yang TK ada wisuda, SMP ada wisuda, SMA ada wisuda di negara mana tuh? Hanya di Indonesia," ujar Dedi. 

Dedi Mulyadi berpandangan bahwa wisuda di sekolah hanya memberatkan siswa dan orang tua. Selain itu, tidak nilai esensi sakral yang ada pada wisuda. 

"Wisuda untuk siapa coba? Yang kuliah, di kita anak TK wisuda biaya gak? (Ada) biaya. Punya rumah enggak yang ikut wisuda TK itu? Enggak. Pake bantaran sungai ya, kan?" lanjutnya. 

Adapun pembelaan dari remaja sekolah ia merasa perlu kenangan terakhir bersama teman-temannya di sekolah. 

"Saya merasa sudah lulus, kalau engga ada perpisahan, kita tuh engga bisa kumpul bareng atau ngerasain interaksi terakhir bersama teman-teman," jelasnya.

Adapun tanggapan dari Dedi Mulyadi terkait keresahan yang diberikan untuk remaja sekolah ialah boleh mengadakan perpisahan tapi tidak melibatkan sekolah. 

"Kenangan indah itu saat proses belajar selama tiga tahun, Ya sudah, perpisahan sendiri saja. Enggak bawa sekolah. Kumpul-kumpul bersama teman-teman, bikin perpisahan sendiri sok saja, tapi jangan melibatkan sekolah," pungkas Dedi.*