Polri Presisi Bukti Kemajuan, Bukan Mundur ke Bawah Kemendagri
- Polri
VIVA Jabar – Forum Purnawirawan TNI menilai usulan menempatkan Polri di bawah Kementerian Dalam Negeri sebagai kemunduran, memicu diskusi luas di media sosial.
Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) memandang Polri Presisi telah menunjukkan kemajuan signifikan melalui inovasi dan pelayanan masyarakat. Forum menyampaikan delapan poin usulan pada 17 April 2025 di Jakarta, termasuk poin ketujuh soal Polri.
“JAN menghormati aspirasi purnawirawan, tetapi Polri Presisi adalah bukti institusi modern,” kata Ketua JAN, Romadhon Jasn, Senin (28/4/2025)
Polri Presisi menghadirkan layanan digital seperti Online Single Submission (OSS) untuk perizinan acara, mempermudah akses masyarakat di kota-kota besar.
Program ini mendapat sambutan positif di masyarakat, mencerminkan kemampuan Polri beradaptasi dengan kebutuhan zaman. JAN menilai independensi Polri di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperkuat fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Polri hari ini fokus melayani, bukan terikat birokrasi,” ujar Romadhon.
Pengamanan arus mudik Lebaran 2025 menjadi sorotan, dengan penurunan angka kecelakaan 22 persen dibandingkan 2024. Sebanyak 2.582 posko pelayanan dan razia laik jalan memastikan kelancaran.
Netizen di media sosial memuji koordinasi Polri dengan lintas sektoral, menegaskan peran institusi dalam menjaga keamanan.
Romadhon melihat capaian ini sebagai wujud Polri Presisi yang efektif tanpa pengawasan Kemendagri. Polri membuktikan kerja nyata di lapangan.
Penanganan kejahatan siber, seperti kasus deepfake fraud yang dilimpahkan ke kejaksaan pada April 2025, menarik perhatian publik. Polri menerapkan teknologi canggih untuk menangani ancaman digital, mendapat apresiasi masyarakat.
JAN memandang langkah ini menunjukkan Polri siap menghadapi tantangan modern, jauh dari narasi kemunduran. Polri Presisi adalah institusi yang relevan dengan zaman.
Forum Purnawirawan TNI, diwakili tokoh seperti Jenderal (Purn) Fachrul Razi dan Try Sutrisno, menyampaikan usulan dalam silaturahmi di Kelapa Gading. Sebanyak 332 purnawirawan, dari jenderal hingga kolonel, menandatangani poin-poin tersebut.
JAN menghargai semangat purnawirawan untuk kebaikan bangsa, namun menilai Polri tidak perlu kembali ke struktur pra-reformasi. “Aspirasi mereka mulia, tetapi Polri sudah di jalur tepat,” ucap Romadhon.
Diskusi di media sosial mencerminkan pandangan beragam, dari dukungan terhadap efisiensi hingga penolakan atas usulan polri dibawah Kemendagri.