Wajib Militer Bagi Siswa Sekolah berlaku 2 Mei, Abdul Mu'thi Malah Tidak Mau Berkomentar

Prof. Abdul Mu'ti
Sumber :

VIVAJabar – Menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat yang akan memberlakukan wajib militer bagi siswa bermasalah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti mengaku enggan berkomentar. 

img_title Dedi Mulyadi Geram, Sampah Pasar Caringin Tak Kunjung Terselesaikan

"Belum, belum, kami juga baru tahu itu dari media saja kan, jadi belum tahu." kata Mu'ti. 

Ia merasa belum diberitahu dan melakukan kajian terkait kebijakan tersebut dan dari pihak Dedi Mulyadi belum ada komunikasi terkait kebijakan ini. 

img_title HUT Karawang ke-392, Dedi Mulyadi Minta Kota Lebih Rapi dan Estetik

Prof. Abdul Mu

Photo :
  • Viva news

img_title Fakta Baru, Dedi Mulyadi Klarifikasi Anggaran Dinas Gubernur Jauh dari Isu Rp2,8 Miliar Per Bulan

"Nggak, nggak, jadi saya hanya tahu itu dari teman-teman media justru. Jadi kami no comment dulu soal itu," kata Mu'ti. 

Sebelumnya Dedi Mulyadi akan memberlakukan wajib militer bagi siswa yang bermasalah seperti mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol, tawuran, dan tergabung dengan geng motor. 

Nantinya siswa yang sduah tercap bermasalah ini akan dikirim ke barak militer dan diberikan arahan oleh para aparat TNI/Polri. 

Kebijakan ini rencananya akan berlaku pada 2 Mei 2025 mendatang di beberapa wilayah Jawa Barat. 

"Tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu, lalu bertahap," ujar Dedi. 

Selain tanggapan dari Mendikdasmen ada juga tanggapan dari DPR-RI, Sufmi Dasco Ahmad yang menilai bahwa kebijakan ini perlu ada kajian intensif sehingga bisa tepat sasaran. 

"Hal-hal yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat mungkin adalah hal-hal baru yang memang perlu dikaji terlebih dahulu secara matang," kata Dasco.*