Masjid Istiqlal Luncurkan Gerakan Jaga Ulama, Empat Institusi Besar Beri Dukungan

Peluncuran Program Kolaborasi Istiqlal Jaga Ulama
Sumber :
  • Istimewa

VIVAJabarMasjid Istiqlal resmi meluncurkan gerakan kolaboratif "Istiqlal Jaga Ulama" pada Jumat (9/5) lalu. Program ini membuka ruang partisipasi bagi masyarakat, institusi, dan korporasi untuk bersama-sama melindungi kesejahteraan para ulama di Indonesia.

img_title Wali Kota Bandung Gaungkan 7 Kebiasaan Anak Hebat demi Generasi Unggul

Gerakan ini mendapat dukungan dari empat institusi besar yaitu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), BSI Maslahat, dan Kitabisa

"Istiqlal Jaga Ulama" merupakan pengembangan dari program "Jaga Ulama" yang sebelumnya diinisiasi oleh BAZNAS, BSI Maslahat, dan Kitabisa. Program awal tersebut telah membuka akses publik untuk mendukung kesejahteraan ulama secara digital, transparan, dan amanah.

Masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk donasi melalui platform jagaulama.com. Donasi tersebut ditujukan untuk melindungi para ulama sebagai tokoh agama, penjaga nilai, pemersatu umat, dan pengarah moral bangsa.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nasaruddin Umar, menyatakan bahwa program ini lahir dari visi menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang hidup.

Peluncuran Program Kolaborasi Istiqlal Jaga Ulama

Photo :
  • Istimewa

"Kami ingin menjadikan Masjid Istiqlal sebagai ruang terbuka bagi inisiatif lintas sektor yang membawa maslahat. Ulama adalah penjaga nurani bangsa sudah semestinya kita hadir untuk menjaga mereka," ujarnya dalam acara peluncuran.

BAZNAS menegaskan dukungannya sebagai bagian dari misi transformasi zakat yang lebih berdampak. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan dana sosial umat hadir di tengah kehidupan keulamaan.

BSI Maslahat memandang program ini sejalan dengan visinya untuk memperluas kebermanfaatan sosial. Misbahul Munir selaku Ketua Pengurus BSI Maslahat menekankan bahwa kesejahteraan ulama bukan hanya isu kemanusiaan, tetapi fondasi sosial yang mempengaruhi nilai-nilai Islam.

Kitabisa hadir sebagai platform donasi berbasis teknologi untuk memperluas jangkauan solidaritas. CEO Kitabisa, Vikra Ijas, menekankan pentingnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga para ulama.

BPKH sebagai pengelola dana umat non-APBN menilai program ini menjadi wujud nyata dari misi mereka untuk melayani umat. Indra Gunawan, Anggota Badan Pelaksana BPKH, menyatakan kebanggaannya terhadap peluncuran program tersebut.

Melalui "Istiqlal Jaga Ulama", masyarakat tidak hanya diajak berkontribusi, tetapi juga membangun jejaring solidaritas lintas sektor antara umat, ulama, dan institusi. (*)

Halaman Selanjutnya
img_title