Revolusi Hijau Industri Logistik Nasional, Pos Indonesia Dukung Penuh Permen Kemkomdigi Nomor 8/2025
- Istimewa
VIVAJabar – Industri logistik nasional tengah menghadapi era baru. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) baru saja menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial.
Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dari PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal R Djoemadi.
"Kami mendukung penuh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam mengatur industri kurir dan logistik di Indonesia agar tercipta iklim usaha yang sehat," ungkap Faizal.
Permen Nomor 8 Tahun 2025 hadir dengan visi besar untuk mengembangkan sektor logistik nasional. Kebijakan ini mewajibkan perluasan jangkauan layanan hingga 50% provinsi dalam waktu 1,5 tahun.
Hal ini menjadi solusi bagi ketimpangan layanan yang selama ini terkonsentrasi di Pulau Jawa. Faizal menilai, industri kurir dan logistik merupakan sektor padat karya yang memerlukan investasi besar.
Sektor ini memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. "Agar layanan dapat menjangkau seluruh pelosok negeri, dibutuhkan dana yang tidak sedikit," tegasnya.
Aspek lingkungan juga tak luput dari perhatian dalam Permen No. 8/2025. Penerapan green logistics dengan teknologi ramah lingkungan diharapkan dapat menurunkan emisi karbon.
Komitmen keberlanjutan ini sejalan dengan tren global dalam kegiatan bisnis. Industri logistik ramah lingkungan akan menjadi nilai tambah dalam persaingan pasar.
Monitoring akan diperkuat untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat. Kebijakan ini diharapkan mencegah praktik persaingan tidak sehat yang merugikan konsumen.
Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan signifikan pada sektor transportasi dan pergudangan. Pada kuartal I 2025, sektor ini tumbuh sebesar 9,01% (year-on-year) dengan kontribusi besar dari sektor pos dan kurir.
Prospek cerah juga diprediksi oleh lembaga riset Mordor Intelligence. Proyeksi pertumbuhan sektor logistik Indonesia mencapai CAGR 7,24% pada periode 2025–2030 dengan nilai pasar USD 11,15 miliar.
"Kami berharap Permen ini menjadi langkah awal menuju industri logistik nasional yang lebih sehat," tutup Faizal. (*)