MAI Foundation Berikan Beasiswa Rp2,5 Miliar untuk Learning Camp dan Rp1 Miliar untuk Beasiswa Bintang Mandiri
- Istimewa
VIVA Jabar –Dalam langkah strategis memperkuat sinergi antara zakat dan pendidikan, MAI Institute sukses menggelar MAI Institute Summit 2025.
Acara ini menjadi ajang kolaboratif yang mempertemukan tokoh pendidikan, filantropi, serta lembaga pengelola zakat untuk membahas peran zakat sebagai motor penggerak pendidikan yang berkeadilan.
Salah satu momen penting dalam summit ini adalah pengumuman pemberian beasiswa senilai total Rp3,5 miliar, dengan rincian Rp2,5 miliar untuk program Beasiswa Learning Camp dan Rp1 miliar untuk Beasiswa Bintang Mandiri.
Beasiswa ini akan diberikan kepada pelajar dari keluarga prasejahtera yang memiliki potensi untuk menempuh pendidikan tinggi.
Kehadiran Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Pengumpulan Dana Baznas RI, menjadi penegas dukungan Baznas terhadap langkah MAI dalam menyalurkan dana zakat secara produktif dan transformatif melalui jalur pendidikan.
"Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada MAI yang menyalurkan zakat melalui beasiswa. Itu sungguh luar biasa dan sangat bermanfaat. Ini sesuai dengan fatwa MUI bahwa dana zakat bisa disalurkan untuk beasiswa, khususnya kepada fakir miskin dan fisabilillah,” ujar Rizaludin.
Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan cara tercepat untuk mengangkat mustahiq menjadi muzaki.
“Kami di Baznas yakin, pendidikan adalah salah satu cara tercepat agar mustahiq menjadi muzaki. Dan itu sudah dibuktikan oleh alumni beasiswa yang kini menjadi muzaki, baik ke Baznas maupun ke MAI. Saya sangat terkesan dengan anak-anak MAI yang luar biasa. Semoga MAI dan seluruh donaturnya diberikan keberkahan dan kesuksesan oleh Allah SWT.”
Komitmen terhadap Akses Pendidikan yang Merata
Ketua MAI Institute, Erry Septianto, menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari visi jangka panjang MAI dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan inklusif.
"Kami berusaha berkontribusi dalam bidang pendidikan, mengantarkan anak-anak untuk menggapai mimpinya, lolos ke perguruan tinggi negeri. Kami ingin hadir membekali mereka dengan wawasan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk mendapatkan peluang terbaik dalam hidup,” kata Erry.
Ia juga menekankan pentingnya peran kolaboratif antara lembaga, donatur, dan relawan untuk memperbesar dampak dari program-program pendidikan ini.