Guru Ngaji di Garut Jadi Pelaku Cabul, 13 Murid jadi Korban Modus Saat Ngajar di Masjid

Pelaku Pelecehan Anak di Garut
Sumber :
  • Diki Hidayat

 

img_title Zara Putri Ridwan Kamil Tepis Gosip Pindah Agama Lewat Foto di Masjid Seoul

VIVAJabar - Proses penyelidikan kasus dugaan cabul yang dilakukan oknum guru mengaji di Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut Jawa Barat, terus bertambah. 

Hari ini jumlah korban yang melapor ke Polres Garut menjadi 13 orang anak, dari sebelumnya 10 orang.

img_title Liburan Seru ke Garut Jawa Barat, Antapura De Djati Penuh Spot Foto Menawan

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin mengatakan bahwa jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah. 

Pihaknya bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Garut untuk melakukan pemulihan kejiwaan anak yang menjadi korban.

img_title Kampung Naga Bukan Sekadar Wisata, Cek Alasan Tempat Ini Wajib Dikunjungi Saat 17 Agustus

"Sampai saat ini jumlah korban mencapai 13 orang," ujarnya, Selasa 10 Juni 2025.

Sebelumnya Polres Garut menerima laporan dugaan perbuatan cabul oknum guru mengaji berinisial IG (53) sebanyak 10 orang yang merupakan anak yang masih duduk dibangku SD dan SMP. 

Seluruh korban berjenis kelamin laki-laki, tersangka melakukan perbuatan cabul dengan cara sodomi.

"Ini kasusnya dugaan Pedofilia, dan kami masih terus mendalami kasus ini," ungkap Joko.

Lanjut Joko kasus tersebut terungkap dari salah satu anak yang mengaku sakit dibagian anus dan melaporkan kejadian itu kepada orang tua. 

Hasil penyelidikan awal terungkap jumlah sodomi oknum guru mengaji jumlahnya lebih dari satu orang, sehingga menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat.

"Kami langsung melakukan penangkapan terhadap diduga pelaku," katanya. 

Sementara itu, hingga saat ini tersangka IG mengakui telah melakukan tindakan rak senonoh terhadap bocah dibawah umur sebanyak delapan orang. 

Perbuatan tersebut dilakukan IG sejak dua tahun lalu, dilakukan di rumahnya dan bahkan ada yang dilakukan ditempat ibadah masjid.

"Delapan orang, saya lakukan sejak dua tahun lalu" katanya pendek.*