Detik-detik Serangan Israel Tewaskan Komandan IRGC Jenderal Hossein, Iran Balas Dendam?

⁠Komandan IRGC Iran Jenderal Hossein Salami
Sumber :
  • Tangkapan Layar ParsToday

 

img_title Trump Ancam Nuklir Iran, Israel Siap Perang Besar

VIVAJabar — Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Hossein Salami, dilaporkan tewas dalam serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel terhadap sejumlah fasilitas militer dan nuklir di Iran, Jumat (13/6) dini hari waktu setempat.

Salami diketahui menjadi salah satu dari sejumlah tokoh penting Iran yang menjadi target serangan.

img_title Reaksi Internasional atas Tewasnya Jenderal Hossein Salami Akibat Serangan Israel, Picu Perang Dunia!

Selain dirinya, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, serta beberapa ilmuwan nuklir senior Iran juga dilaporkan meninggal dunia.

Serangan Israel yang diberi sandi “Rising Lion”itu melibatkan sekitar 200 jet tempur, dengan target utama fasilitas pengayaan uranium di Natanz, situs militer, dan pusat pengendali IRGC.

img_title Jenderal Hossein Salami Tewas Akibat Serangan ‘Rising lion’ Israel, Apa Dampaknya ke Dunia?

Israel menyatakan serangan tersebut merupakan langkah defensif untuk mencegah pengembangan senjata nuklir Iran dan menetralisir potensi ancaman rudal.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan lebih dari 100 drone ke arah wilayah Israel.

Namun, sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel serta bantuan dari negara-negara tetangga, termasuk Yordania dan Irak.

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkritik Iran terkait pembatasan akses inspeksi ke situs-situs nuklir, serta menjelang putaran baru perundingan nuklir dengan Amerika Serikat.

Kematian Jenderal Hossein Salami menandai kehilangan besar bagi Iran, mengingat perannya yang dominan dalam strategi militer dan geopolitik negara tersebut selama lebih dari satu dekade. Pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pergantian posisi maupun langkah balasan strategis lebih lanjut.

Komunitas internasional mengungkapkan keprihatinan terhadap eskalasi konflik yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara, termasuk PBB, menyerukan agar kedua pihak segera menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi.*