Jenderal Hossein Salami Tewas Akibat Serangan ‘Rising lion’ Israel, Apa Dampaknya ke Dunia?

Komandan IRGC Jenderal Hossein Salami
Sumber :
  • VIVA

 

img_title Trump Ancam Nuklir Iran, Israel Siap Perang Besar

VIVAJabar – Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Jenderal Hossein Salami, dilaporkan tewas dalam serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel pada Kamis malam (12/6). 

Serangan yang menargetkan sejumlah fasilitas militer dan nuklir strategis di Iran ini menandai eskalasi serius dalam konflik antara dua negara yang telah lama berseteru.

img_title Reaksi Internasional atas Tewasnya Jenderal Hossein Salami Akibat Serangan Israel, Picu Perang Dunia!

Selain Salami, sejumlah pejabat tinggi Iran termasuk Kepala Staf Militer Mohammad Bagheri juga dilaporkan menjadi korban. 

Operasi militer Israel yang diberi kode Rising Lion melibatkan ratusan jet tempur dan menghantam kota-kota seperti Natanz dan Isfahan.

img_title Detik-detik Serangan Israel Tewaskan Komandan IRGC Jenderal Hossein, Iran Balas Dendam?

Menanggapi serangan tersebut, Iran meluncurkan lebih dari 100 drone ke wilayah Israel sebagai aksi balasan. 

Namun sebagian besar serangan itu berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Israel dengan dukungan dari Irak dan Yordania.

Kematian Jenderal Salami diyakini akan memicu respons lebih agresif dari Iran. 

 

Militer Israel.

Photo :
  • Dok.viva

Pemerintah Iran menyebut tindakan Israel sebagai ‘deklarasi perang terbuka’ dan menyerukan konsolidasi kekuatan nasional. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa operasi tersebut adalah langkah pre emptive untuk mencegah ancaman nuklir.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak terlibat dalam serangan tersebut, namun menegaskan dukungannya terhadap keamanan Israel dan kesiapan melindungi kepentingan militernya di kawasan.

Sejumlah negara seperti Rusia, China, Uni Eropa, serta Sekjen PBB menyerukan deeskalasi dan dialog terbuka untuk mencegah meluasnya konflik di Timur Tengah. 

Harga minyak mentah dunia juga tercatat melonjak hingga 14 persen akibat kekhawatiran terhadap stabilitas di Selat Hormuz, jalur utama ekspor energi dunia.

Dengan tewasnya figur sentral militer Iran, prospek hubungan diplomatik antara Iran dan Israel diprediksi semakin memburuk. 

Banyak analis menilai bahwa ini adalah titik balik yang dapat memicu konflik berskala luas di kawasan, tergantung pada langkah lanjutan dari kedua belah pihak.**