Reaksi Internasional atas Tewasnya Jenderal Hossein Salami Akibat Serangan Israel, Picu Perang Dunia!

⁠Komandan IRGC Iran Jenderal Hossein Salami
Sumber :
  • Tangkapan Layar ParsToday

 

img_title Bukan Hanya di Pati, Daerah Jawa Barat Ini Pajak PBB Naik 1000 Persen

VIVAJabar — Komunitas internasional memberikan beragam respons menyusul tewasnya Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Hossein Salami, dalam serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel pada pekan ini.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan tidak terlibat langsung dalam serangan tersebut, namun menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri. 

img_title Megawati Cs Tumbang, Timnas Voli Putri Takluk 0-3 dari Vietnam di SEA V League

Di sisi lain, Inggris dan Prancis menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. 

Keduanya mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik guna mencegah konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.

img_title Sekutu AS Ramai-Ramai Bersiap Akui Palestina di PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan NATO turut menyerukan de-eskalasi dan dialog terbuka antara pihak-pihak yang terlibat. 

Sementara itu, negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania mengutuk serangan tersebut dan memperingatkan bahwa langkah militer sepihak dapat memicu perang terbuka. 

Mereka juga menyerukan agar masyarakat internasional segera mengambil peran dalam menengahi konflik.

Iran sendiri menuduh Israel dan Amerika Serikat sebagai dalang di balik serangan tersebut dan berjanji akan melakukan balasan. 

Ayatollah Ali Khamenei menyebut kematian Jenderal Salami sebagai “pengorbanan yang akan dibalas dengan kekuatan.”

Insiden ini turut memicu gejolak di pasar global. 

Harga minyak mentah melonjak hingga 12 persen akibat kekhawatiran terganggunya pasokan dari kawasan Teluk, terutama melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia.

Hingga saat ini, Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keterlibatannya dalam serangan tersebut. 

Namun, sejumlah pengamat menilai situasi ini dapat memicu ketegangan jangka panjang antara kedua negara.**