Heboh Dugaan Jual Beli Bangku Sekolah di Bandung, Ini Faktanya yang Bikin Geger!
- Tangkap Layar Akun Instagram @bdg.sdn036ujungberung
VIVAJabar – Dunia pendidikan Kota Bandung kembali dihebohkan dengan dugaan praktik jual beli bangku sekolah. Walikota Bandung, Muhammad Farhan sendiri yang mengungkapkan adanya empat SMP Negeri yang diduga terlibat dalam praktik ini.
Menurut Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, praktik jual beli bangku sekolah ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Hal ini tentu membuat prihatin karena menyangkut masa depan pendidikan anak-anak.
Ilustrasi Beasiswa Kuliah
- -
Dugaan jual beli bangku sekolah ini menjadi sorotan berbagai pihak karena melanggar sistem PPDB yang seharusnya transparan. Praktik ini diduga terjadi pada sekolah-sekolah favorit di Bandung.
Ombudsman menemukan bahwa praktik ini biasanya dilakukan setelah pengumuman kuota siswa yang gagal diterima. Mereka memanfaatkan celah antara daya tampung yang diumumkan dengan data siswa di Dapodik.
Temuan Ombudsman yang Mengejutkan
Hasil pemeriksaan Ombudsman menunjukkan adanya selisih yang cukup banyak antara pengumuman kuota dengan data sebenarnya. Selisih ini diduga dimanfaatkan untuk memasukkan siswa tanpa melalui jalur PPDB resmi.
Praktik dugaan jual beli bangku sekolah ini terjadi di sekolah-sekolah favorit Bandung. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya masuk ke sekolah tersebut tanpa melalui proses seleksi yang semestinya.
Bantahan Pihak Sekolah
Pihak sekolah yang diduga melakukan praktik jual beli kursi membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak pernah terjadi jual beli kursi baik pada SPMB tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya.
Sekolah yang merupakan sekolah favorit di Bandung ini menyatakan komitmennya mendukung program pemerintah. Mereka memastikan SPMB di sekolahnya selalu mentaati aturan Kementerian Pendidikan dengan berintegritas.
Dampak bagi Dunia Pendidikan
Dugaan praktik jual beli bangku sekolah ini tentu meresahkan para orang tua siswa. Hal ini dapat merusak sistem pendidikan yang seharusnya adil dan transparan bagi semua kalangan.*