Kiriman Jamaah Haji Indonesia Tembus 174 Ton, Ini Isi Paket yang Paling Banyak Dikirim
- Istimewa
VIVAJabar - PT Pos Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan dalam layanan pengiriman barang milik jemaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia.
Menjelang kepulangan jemaah haji ke Tanah Air, volume kiriman tercatat menembus angka 174 ton, terdiri dari 9.687 koli barang.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, menyebut angka ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap layanan Kargo Haji PosIND.
“Totalnya ada 9.687 koli dengan volume lebih dari 174 ton. Kami mencatat kiriman jemaah haji terus meningkat, dari akhir Mei lalu yang mencapai 105 ton,” kata Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, dalam keterangannya Senin 16 Juni 2025.
Sebagian besar barang dikirim dari Makkah dengan total 94 ton, sementara sisanya berasal dari Madinah sebesar 79 ton.
Barang-barang tersebut mencakup sajadah, tas, pakaian, makanan khas, hingga permadani.
Sebanyak 80 petugas khusus Pos Indonesia diturunkan sejak awal Mei di berbagai titik strategis seperti hotel dan pusat oleh-oleh di Arab Saudi.
Petugas melayani secara mobile untuk memudahkan jemaah mengirim barang langsung ke Indonesia.
Layanan Kargo Haji
- Istimewa
Pos Indonesia juga menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, yang mendapat respons positif dari para jemaah karena mempermudah transaksi di tengah padatnya ibadah.
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia, Tonggo Marbun, mengatakan layanan ini menjadi solusi praktis bagi jemaah yang mengalami kelebihan bagasi.
“Sering kali koper tidak cukup menampung semua oleh-oleh. Maka kami bantu agar mereka tetap bisa beribadah dengan tenang, sementara oleh-oleh sudah dikirim dan diterima keluarga di tanah air,” jelas Tonggo.
Semua barang yang dikirim akan melalui International Processing Center (IPC) di Garha Pos Jakarta, sebelum didistribusikan ke seluruh Indonesia, termasuk wilayah timur.
Pos Indonesia menargetkan seluruh barang tiba di alamat tujuan maksimal dalam 21 hari sejak diterima di Arab Saudi.
Dengan operasional yang akan berlangsung hingga kloter terakhir, layanan Kargo Haji ini mempertegas transformasi Pos Indonesia sebagai penyedia logistik modern berskala global.
“Harapan kami, para jemaah bisa fokus beribadah tanpa direpotkan urusan bagasi. Oleh-oleh tetap bisa dinikmati keluarga di rumah dengan aman dan tepat waktu,” tutup Tonggo.