Cuma Gen Z yang Paham! WhatsApp Lebih Komunikatif dengan Stiker & GIF
VIVAJabar - Di era digital yang serba cepat, cara menyampaikan pesan kini semakin kreatif dan ekspresif.
Bagi generasi Z yang dikenal ekspresif dan terbiasa berkomunikasi secara visual, fitur stiker dan GIF di WhatsApp menjadi salah satu sarana utama untuk menunjukkan emosi, respon, hingga gaya personal mereka dalam percakapan sehari-hari.
Fitur stiker dan GIF yang telah lama tersedia di WhatsApp kini semakin diminati, terutama oleh pengguna muda.
Selain mudah digunakan, koleksinya pun semakin beragam dan bisa disesuaikan dengan mood dan konteks percakapan.
Berikut adalah cara mudah menggunakan stiker dan GIF di WhatsApp :
1. Menggunakan Stiker
Buka chat pribadi atau grup. Ketuk ikon emoji di sebelah kiri kolom pesan. Pilih ikon stiker di bagian bawah. Pilih stiker yang tersedia atau unduh paket stiker tambahan melalui tombol “+”.
Untuk menggunakan stiker favorit, tekan dan tahan stiker, lalu tambahkan ke bagian “Favorit”.
WhatsApp juga mendukung avatar stiker, di mana pengguna bisa membuat karakter digital yang mirip dengan wajah mereka sendiri untuk digunakan sebagai stiker personal.
2. Mengirim GIF
Ketuk ikon emoji > pilih tab GIF di bagian bawah layar. Gunakan kolom pencarian untuk menemukan GIF sesuai emosi atau kata kunci tertentu, seperti “senang”, “marah”, atau “meme”.
Ketuk satu kali untuk langsung mengirim GIF ke dalam chat.
GIF di WhatsApp diambil dari basis data Giphy, sehingga pilihan animasinya sangat luas dan selalu diperbarui.
Ekspresi yang Lebih Hidup
Menurut pakar komunikasi digital, penggunaan stiker dan GIF menjadi salah satu bentuk komunikasi non-verbal yang kuat di era digital.
Gen Z memanfaatkan elemen visual ini untuk memperjelas maksud pesan, membangun kedekatan, serta menambahkan unsur hiburan dalam obrolan.
WhatsApp mencatat bahwa penggunaan stiker dan GIF meningkat drastis sejak pandemi, dan tren tersebut masih berlanjut hingga 2025, terutama di kalangan usia 16–25 tahun.
Dengan fitur ini, WhatsApp bukan hanya aplikasi perpesanan, melainkan juga ruang ekspresi yang mencerminkan identitas digital penggunanya.*