Koperasi Merah Putih Bikin Tengkulak dan Pinjol Ketar Ketir?
- Istimewa
VIVAJabar – PT Pos Indonesia (Persero) menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi desa melalui program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan layanan logistik dan pemasaran produk desa ke pasar yang lebih luas.
Plt. Direktur Utama Pos Indonesia, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman, menerangkan dalam peresmian Koperasi Merah Putih di Kota Palembang menandai dukungan konkret BUMN logistik terhadap program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pos Indonesia menjadi mitra strategis dalam menghubungkan produsen di pedesaan dengan konsumen di kota bahkan dunia,” lanjut Endy, Sabtu 21 Juni 2025.
Peresmian KDMP Sukodadi dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Zulkifli Hasan, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Menko Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya peran koperasi dalam menyejahterakan masyarakat.
Zulkifli Hasan
- Tim tvOne/Rizki Amana
Menurutnya, koperasi mampu memutus rantai distribusi yang panjang dan menekan harga barang kebutuhan.
"Sesuai tujuannya setiap kelurahan dan desa memiliki kegiatan ekonomi yang memutuskan rantai pasok yang panjang, agar masyarakat tidak membeli dengan harga yang lebih tinggi, di koperasi harga akan jauh lebih rendah," katanya.
Endy menyampaikan bahwa Pos Indonesia akan menjadi penghubung antara produsen desa dengan pasar kota maupun internasional.
Saat ini, tercatat sebanyak 107 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di kelurahan-kelurahan di Kota Palembang.
Pemerintah menargetkan pembentukan koperasi serupa secara nasional guna memberantas praktik tengkulak, rentenir, dan pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat desa.
Zulkifli Hasan menambahkan, koperasi bukan hanya solusi ekonomi, tetapi juga menjadi pintu masuk digitalisasi dan akses permodalan bagi warga desa.*