Kolaborasi Anti Mainstream! Limbah Sapi Kini Jadi Rezeki Petani Pangalengan

Goopo Inisiasi Ekosistem Agrikultur
Sumber :
  • Istimewa

 

img_title Syngenta Bantu Petani Tingkatkan Hasil Panen dengan Teknologi Anti Hama Canggih

VIVAJabar - Kolaborasi lintas sektor agrikultur terjadi di dataran tinggi Pangalengan, Jawa Barat. 

Goopo bersama KPBS (Koperasi Peternak Sapi Bandung Selatan), komunitas Titik Kumpul, dan Cattle & Buffalo Club (CBC) Universitas Padjadjaran sukses menggelar kegiatan bertema "Bantu Ternak, Bantu Tani", dalam rangka peringatan Hari Susu Nusantara 2025.

img_title Bulog Jabar Sebar 209 Ribu Ton Beras Murah

Mengusung semangat sinergi antara peternak dan petani, kegiatan ini menjadi titik temu bagi dua sektor utama penggerak ekonomi lokal yang selama ini kerap berjalan sendiri - sendiri.

Kolaborasi yang Mengakar: Limbah Jadi Pupuk, Rumput Jadi Pakan

img_title Penyerapan Gabah di Jawa Barat Tembus 103 Persen, Bulog Perkuat Stok Beras Nasional

CEO Goopo, Arya Wicaksana, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan membangun hubungan saling menguntungkan antara petani dan peternak. 

Salahsatu contoh konkret adalah pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk untuk lahan pertanian, serta penyediaan rumput atau hijauan oleh petani sebagai pakan ternak.

Talkshow, Demo Masak

Acara ini dikemas dalam format yang edukatif namun tetap menyenangkan. Sejumlah pakar peternakan hadir dalam sesi diskusi untuk mengupas potensi kolaborasi lintas sektor, mulai dari manajemen limbah, produktivitas pakan, hingga ketahanan pangan lokal.

Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhi demo memasak berbahan lokal dan hiburan musik live yang menambah keakraban suasana.

Menuju Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas

Melalui kolaborasi ini, Goopo ingin membentuk ekosistem pangan lokal yang saling terhubung dan berkelanjutan. 

Bukan hanya sekadar perayaan, kegiatan ini membuka peluang nyata bagi kemitraan jangka panjang antara komunitas petani dan peternak di Pangalengan.

Masa Depan Agrikultur

Goopo percaya bahwa masa depan agrikultur Indonesia terletak pada kekuatan kolaborasi akar rumput. 

Lewat inisiatif seperti ini, mereka terus mendorong terbentuknya jaringan pelaku usaha tani dan ternak yang saling memberdayakan.*