Kemenperin dan Unpad Kompak Pecut Industri Hijau Capai Target Nol Emisi 2050

Ilustrasi Industri Hijau
Sumber :
  • Pixabay

VIVAJabar — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan sejumlah perguruan tinggi lainnya untuk mempercepat transformasi menuju industri hijau di Indonesia. 

img_title Kereta Cepat Whoosh Jadi Magnet Wisatawan Malaysia ke Bandung

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar target Net Zero Emissions sektor industri pada tahun 2050 dan Net Zero nasional pada 2060.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam menghadirkan solusi inovatif bagi pengembangan industri berkelanjutan. 

img_title Ribuan Wisatawan Serbu Asia Afrika Bandung, Lalu Lintas Macet ‎

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam menghasilkan ide dan teknologi ramah lingkungan sangat diperlukan untuk mendorong perubahan nyata.

"Tujuannya adalah supaya kesadaran dan kepesertaan, keterlibatan kampus dan seluruh stakeholder untuk AIGIS (Annual Indonesia Green Industry Summit) untuk industri hijau bisa semakin luas," kata Faisol, Senin 30 Juni 2025.

img_title Mahasiswa Bandung Demo, Aparat Jadi Sorotan

AIGIS atau Annual Indonesia Green Industry Summit merupakan forum tahunan yang digelar Kemenperin untuk memperkuat komitmen seluruh stakeholder industri terhadap prinsip-prinsip ramah lingkungan. Tahun ini, AIGIS akan diselenggarakan pada Agustus 2025.

Industri Paksa Bergerak ke Arah Hijau

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi, mengungkapkan bahwa transformasi ke arah industri hijau di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan, meski tidak semuanya dilakukan secara sukarela.

"Jadi industri ini ada dua kemungkinan kita bertransformasi kepada industri hijau, bisa memang dengan kesadaran, jadi memang misalnya karena perusahaan induknya sudah mengimplementasikan industri hijau. Ada juga memang perusahaan yang tanda kutip dipaksakan karena permintaan dari pembelinya," kata dia.

Karena itu, menurutnya, kerja sama dengan universitas menjadi penting untuk memperluas pemahaman dan pengetahuan pelaku industri, khususnya pelaku UMKM yang masih minim akses terhadap informasi dan teknologi hijau.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotul Rusyda Hinduan, menyampaikan bahwa kampus harus menjadi tempat tumbuhnya kesadaran dan inovasi hijau. Ia berharap mahasiswa tak hanya jadi pengamat, tetapi juga pencipta solusi.

"Mohon bantuan dari pihak industri maupun kementerian untuk kita sama-sama mengembangkan generasi muda, khususnya terkait dengan penelitian di bidang green industry," ungkap Zahrotul.

Zahrotul juga berharap dukungan dari dunia industri dan kementerian dalam mengembangkan riset dan eksperimen mahasiswa agar berdampak langsung terhadap dunia nyata.

Halaman Selanjutnya
img_title