Migas Bekasi Ketiban Durian Runtuh Setelah Puasa 16 Tahun

Ilustrasi Grafik Ekonomi
Sumber :
  • Pinterest

 

img_title Rahasia Keutamaan Berpuasa Dibulan Syawal Amalan Terbaik Setelah Bulan Ramadan

VIVAJabar – Setelah 16 tahun bergantung pada penyertaan modal dari APBD, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Kota Bekasi akhirnya mencatat capaian positif. 

Perusahaan resmi mencapai titik impas (break even point/BEP) dan mulai menyetor dividen ke kas daerah.

img_title Tetap Jaga Kadar Gula Setelah Lebaran, Berikut Tipsnya

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2024, PT Migas telah mengembalikan total dividen sebesar Rp3,7 miliar kepada Pemerintah Kota Bekasi. 

Jumlah tersebut terdiri dari Rp300 juta pada 2023, Rp1,1 miliar pada 2024, dan Rp2,3 miliar tahun ini. 

img_title Tradisi Lebaran Idul Fitri Paling Populer di Indonesia

Modal awal dari APBD yang disuntikkan pada 2009 sebesar Rp3,15 miliar kini telah kembali.

"Alhamdulillah, kami sudah balik modal. Ini menjadi bukti bahwa PT Migas kini sudah sehat secara keuangan dan menghasilkan profit," ujar Direktur PT Migas, Apung Widadi, dalam keterangan resminya, Jumat (11/7/2025).

PT Migas Kota Bekasi

Photo :
  • Istimewa

Apung menjelaskan, PT Migas berhasil bangkit usai menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk sengketa utang, serta meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik atas laporan keuangan 2024. 

Ia menegaskan tidak ada kebocoran dana maupun kerugian negara dalam pengelolaan keuangan.

“Kami juga sudah mengembalikan seluruh uang muka tahun 2023 dan 2024. Tidak ada satu rupiah pun yang bocor,” tegasnya.

Dalam RUPS tersebut, Walikota Bekasi selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) menyetujui rencana ekspansi PT Migas untuk mengelola sumur minyak di luar wilayah Kota Bekasi. 

Langkah ini ditempuh usai manajemen berhasil memperbaiki kerja sama bisnis, termasuk negosiasi ulang skema bagi hasil dengan mitra swasta Foster Oil, dari sebelumnya 90:10 menjadi 80:20, tanpa tambahan modal dari PT Migas.

“Tanpa mengeluarkan modal baru, kami kini mendapat porsi hasil lebih besar. Ini sesuai rekomendasi BPKP untuk renegosiasi kontrak,” jelas Apung.