Bandung Bertekad, Pendidikan Gratis hingga Sarjana untuk yang Tak Mampu

Erwin Wakil Wali Kota Bandung
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar – Di tengah berbagai tantangan dalam dunia pendidikan di kota besar, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengungkapkan harapan yang mendalam: tidak ada anak di Kota Bandung yang menghentikan pendidikan mereka karena alasan keuangan.

img_title Lagi Viral, 15 Tempat Makan Kekinian di Dago Bandung

Pernyataan ini dilontarkan dalam acara penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Bina Talenta, pada hari Jumat, 18 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Erwin menekankan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan pendidikan anak-anak berlangsung tanpa hambatan.

img_title Mau Healing ke Bandung, Ini 11 Desa Wisata yang Wajib Masuk List

"Kita harus memastikan tidak ada anak di Kota Bandung yang terpaksa berhenti sekolah. Kita tidak bisa membiarkan seorang anak pun tertinggal hanya karena masalah keuangan," ujarnya dengan tegas.

Erwin juga menginformasikan bahwa pemerintah telah mempersiapkan program khusus untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu.

img_title HUT Karawang ke-392, Dedi Mulyadi Minta Kota Lebih Rapi dan Estetik

Program ini menyediakan pendidikan tanpa biaya hingga jenjang sarjana, termasuk jalur pendidikan non-formal seperti paket A, B, dan C.

Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk mencapai pendidikan yang inklusif di Bandung dan menjawab tantangan lama: apakah kemiskinan masih menjadi halangan utama bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan?

Lebih dari sekadar bantuan finansial, fasilitas sekolah juga merupakan elemen penting.

Di kesempatan itu, Erwin memberikan penghargaan kepada SD Bina Talenta yang dinilai telah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bersahabat bagi anak-anak.

"Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan, bukan tempat yang menakutkan. Saya percaya anak-anak di sini akan tumbuh menjadi individu yang cerdas dan baik," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Bina Talenta, Deni Setiawan, menjelaskan bahwa pendidikan karakter sangat penting dalam kurikulum sekolah.

Nilai seperti toleransi, anti-perundungan, dan kebersamaan diajarkan dari usia dini.

Dengan adanya dukungan kebijakan pemerintah dan suasana sekolah yang positif, harapan untuk mengeliminasi angka putus sekolah akibat masalah ekonomi bukanlah sekadar angan-angan.

Tentu saja, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Namun, pertanyaan yang penting untuk diajukan adalah: Dapatkah Bandung menjadi kota di mana semua anak, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk bermimpi besar—dan memiliki jalur nyata untuk mencapainya?.