Gubernur Duel Bupati dan Wali Kota Pro Kontra Study Tour, Siapa yang Diuntungkan?
VIVAJabar – Kebijakan mengenai pelaksanaan study tour bagi pelajar di Jawa Barat masih menjadi polemik, memicu perbedaan pandangan di kalangan pejabat daerah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara terbuka mengkritik izin study tour, menyatakan kegiatan tersebut tidak memiliki dasar akademik maupun moral yang kuat.
Namun, tiga kepala daerah di provinsi yang sama justru memilih untuk tetap mengizinkan kegiatan tersebut dengan sejumlah syarat.
Di sisi lain, beberapa kepala daerah di Jawa Barat bersikukuh bahwa study tour tetap penting asalkan memenuhi standar tertentu.
Dadang Supriatna, salah satu kepala daerah yang pro, berpendapat bahwa pelarangan harus disertai solusi bagi sektor bisnis terkait.
Dia juga menekankan bahwa kegiatan ini harus bernilai edukasi, memperluas wawasan siswa, dan tidak boleh dipolitisasi.
Effendi Edo, kepala daerah lainnya, senada dengan pandangan tersebut, mendukung study tour dengan syarat persiapan matang dan pedoman yang jelas.
Baginya, kegiatan di luar kelas ini menawarkan pengalaman berharga bagi siswa untuk melihat dunia luar dan mendapatkan pembelajaran baru.
Debat ini mencerminkan perbedaan perspektif tentang tujuan dan implementasi study tour dalam sistem pendidikan di Jawa Barat.
Perbedaan pandangan ini menggarisbawahi kompleksitas dalam menyeimbangkan aspek pendidikan, keselamatan, dan dampak ekonomi dari study tour.
Pemerintah provinsi dan daerah diharapkan dapat mencari titik temu demi kepentingan terbaik siswa serta ekosistem pendidikan dan pariwisata.