Jokowi Sakit Tak Biasa, Dokter Tifa Sarankan Berobat ke Luar Negeri

Joko Widodo
Sumber :
  • Google tvOnenews

VIVAJabar - Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo akhir-akhir ini jadi sorotan publik terkait kasus ijazah nya yang dipertanyakan keasliannya oleh Roy Suryo Cs. 

img_title Rumah Dijarah, Ahmad Sahroni Ungkap Alasan Keras Tak Bisa Pulang ke Indonesia

Berbeda dengan Roy Suryo, pegiat media sosial yang sekaligus seorang dokter, Tiga Uzia Tyassumma menyorot penyakit mantan Wali Kota Solo itu. 

Menurut Dokter Tifa, Jokowi mengalami penyakit berat, penyakitnya bukan sekadar alergi

img_title Kenapa Lisa Mariana Ngotot Tes DNA Ulang dengan Ridwan Kamil? Ini Alasannya

Ia melihat dalam beberapa bulan terakhir, tidak ada orang-orang disekeliling Jokowi yang perhatian betul terhadap penyakitnya. 

"Saya melihat beberapa bulan sejak tanggal 24 april 2025, orang-orang di sekitar Pak Joko Widodo tuh enggak ada satu pun yang benar-benar memberikan sebuah kelayakan bagi beliau yang sedang sakit berat," kata Tifa dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Rabu (30/7/2025) malam.

img_title Drama Baru, Ridwan Kamil Ditantang Tes DNA Ulang di Luar Negeri

Ia mengaku dirinya adalah dokter dalam bidang imunologi, sehingga dia menganggap tahu persia dengan penyakit yang diderita Jokowi saat ini. 

"Saya sebagai dokter, master saya dalam imunologi, saya tahu persis bahwa beliau itu bukan sekadar alergi kulit karena sabun," sambung Tifa.

Tifa berpandangan, penyakit alergi kulit atau karena cuaca, pemilihannya akan cepat, dan penyakit alergi kulit biasa cukup ke dokter biasa saja. 

"Anda bisa lihat ya, kalau orang kena alergi kulit atau kena alergi cuaca, dalam 3-5 hari dokter sederhana saja bisa menyembuhkan beliau. Tapi ini sudah lama sekali," ujarnya. 

Saking beratnya penyakit yang diderita Jokowi, menurut Tifa penyembuhan nya harus dilakukan di luar negeri, tidak bisa di Indonesia. 

Ia pun menyarankan China sebagai tempat berobat untuk Jokowi, sebab di sana bagus katanya. 

"Jadi saya ini sebagai dokter tuh memberikan sebuah saran yang proporsional sesuai profesi saya,"ujarnya.

Kemudian ia menambahkan, " Sampai sangking khawatirnya saya selalu berulang-ulang mengatakan pak Jokowi tidak bisa diobatkan di Indonesia. Beliau harus dibawa ke rumah sakit Guangzhou."