Athalia Praratya Kritik Rombel 50 Siswa, Dedi Mulyadi Ngaku karena Terpaksa

Athalia Ridwan Kamil
Sumber :
  • Pinterest

VIVAJabar - Rombel 50 siswa yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat kritik dari anggota Komisi VIII DPRD Athalia Praratya yang merupakan istri Ridwan Kamil. 

img_title Diserang Isu Tunjangan Fantastis, Dedi Mulyadi Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Ia mempermasalahkan kebijakan Dedi Mulyadi, dianggapnya rombel 50 siswa tidak memperhatikan kondisi siswa maupun guru yang mengajar. 

Menjawab kritik tersebut, Dedi Mulyadi mengucapkan terimakasih karena telah perhatian dengan pendidikan di Jawa Barat. 

img_title Dedi Mulyadi Geram, Sampah Pasar Caringin Tak Kunjung Terselesaikan

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Barat ini mengungkapkan data tentang pembangunan sekolah di Jawa Barat yang sejak tahun 2020 tidak ada pembangunan sekolah. 

“Buat Ibu Athalia, saya mengucapkan terima kasih atas kritiknya dan merasa prihatin atas ruang kelas di Jawa Barat yang diisi oleh 43-50 orang siswa. Dan tidak semuanya, Bu, hanya 38 sekolah yang merekrut 43-50 siswa. Dan itu pun kami lakukan terpaksa,” ujar Dedi melalui video yang diunggah di media sosial seperti ditulis VIVA Jabar,  Sabtu (2/8/2025). 

img_title Akhirnya, Bareskrim Jadwalkan Mediasi Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Pekan Ini

Dan ia pun membeberkan secara rinci bagaimana Jawa Barat tidak pernah bangun sekolah, “Ini terjadi karena di Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2020 sampai saat ini membangun sekolah barunya sangat sedikit.

Tahun 2020 Provinsi Jawa Barat tidak membangun satu pun unit sekolah baru SMA dan SMK. Tahun 2021 hanya membangun 2 unit SMA.

Tahun 2022 hanya membangun 1 unit. Tahun 2023 membangun 6 unit: 1 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB. Tahun 2024 membangun 5 unit: 1 SLB, 3 SMA, dan 1 SMK. Tahun 2025 membangun 15 unit: 11 SMK, 2 SLB, dan 2 SMA.

Karena itulah Dedi terpaksa melakukan rombel 50 siswa, semua dilakukan nya demi anak-anak di Jawa Barat bisa mengenyam pendidikan semua tanpa terkecuali. 

Ayah Ni Hyang ini pun menegaskan bahwa yang masuk dalam rombongan besar itu sebagian besar yang dekat dengan sekolah. 

Alasannya kalau mereka dipindahkan ke sekolah yang jauh, akhirnya mereka dikhawatirkan tidak bisa sekolah. 

“Dibanding mereka tidak sekolah. Mereka tinggal rumahnya dekat sekolah. Jadi kalau dia harus bergeser ke tempat lain yang jauh, bisa jadi mereka putus sekolah,” kata Dedi. 

Mantan Bupati Purwakarta ini menanggapi kritikan Athalia yang membandingkan dengan sekolah rakyat, menurut Dedi perbandingan tersebut tidak apple to apple. 

Halaman Selanjutnya
img_title