36 ribu Kasus Baru Kanker Serviks per Tahun di Indonesia, Ini Solusinya
VIVAJabar – Ratusan siswi SMP, guru, tenaga kesehatan, dan ibu-ibu PKK Jawa Barat hari ini berkumpul di SMPN 2 Bandung untuk memulai kampanye edukasi kesehatan “Tenang untuk Menang 2025”.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks penyakit mematikan yang sebenarnya bisa dicegah.
Kampanye ini diinisiasi MSD Indonesia dan didukung Kementerian Kesehatan RI, dengan pendekatan interaktif dan melibatkan langsung komunitas.
Tahun ini merupakan rangkaian kedua dari program yang akan digelar di berbagai wilayah Indonesia hingga November 2025.
Ancaman Serius Kanker Serviks di Indonesia
Data Globocan 2022 menunjukkan, ada lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia setiap tahunnya, dan lebih dari 20.000 perempuan meninggal akibat penyakit ini.
Jika pencegahan tidak dilakukan, Indonesia diprediksi bisa kehilangan 1,7 juta perempuan pada 2070.
Padahal, kanker serviks dapat dicegah, salah satunya lewat imunisasi HPV. Pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi HPV 90% untuk anak usia 11–12 tahun (kelas 5–6 SD atau setara) hingga 2030.
Tahun ini, cakupan diperluas untuk remaja perempuan usia 15 tahun melalui imunisasi kejar.
Pemerintah dan Komunitas Bergerak Bersama
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menegaskan komitmen pemerintah:
“Perjalanan menuju eliminasi kanker leher rahim memang panjang, tapi sangat mungkin dicapai dengan kerja sama lintas sektor. Kami mengapresiasi mitra seperti MSD yang aktif mengedukasi masyarakat,” katanya.
Kampanye Pencegahan Kanker Serviks
- Istimewa
Selain pemerintah, TP PKK Provinsi Jawa Barat memegang peran penting. Melalui pendekatan “ibu ke ibu”, edukasi pencegahan kanker serviks bisa masuk hingga ke rumah-rumah warga.
Winni Nurwini, SKM, MSi dari Pokja IV PKK Jabar mengatakan, metode ini terbukti efektif membangun kepercayaan masyarakat.
Edukasi dari Ahli Medis
Dokter Spesialis Anak dari RSHS Bandung, dr. Rodman Tarigan, Sp.A(K), menjelaskan pentingnya vaksinasi HPV sebelum anak terpapar virus:
“Vaksin HPV sebaiknya diberikan di usia 11–12 tahun. Jika terlewat, dua dosis masih direkomendasikan sebelum usia 15 tahun. Vaksin ini terbukti efektif mencegah infeksi HPV yang bisa berkembang menjadi kanker serviks,” katanya.