Piutang RSUD Tembus Rp1,2 Miliar, BAYARIN Jadi Senjata Baru Atasi Masalah BPJS
VIVAJabar – Ribuan peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Purwakarta tercatat tidak aktif dan menjadi beban serius layanan kesehatan.
Menyikapi hal itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih menggagas program inovatif bernama “BAYARIN” (Bantu Biaya Iuran Nunggak) sebagai solusi kolaboratif berbasis digital.
Direktur RSUD Bayu Asih, dr. Tri Muhammad Hani, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per Agustus 2024, dari total 1.031.741 peserta BPJS Kesehatan di Purwakarta, sebanyak 268.562 orang tidak aktif.
Kondisi ini berdampak langsung pada pasien rawat inap, yang terpaksa berubah status menjadi pasien umum dan berisiko gagal bayar.
"Berdasarkan data per Agustus 2024, di Kabupaten Purwakarta itu ada sebanyak 268.562 dari total 1.031.741 peserta BPJS yang tercatat tidak aktif. Sehingga, kami meluncurkan inisiatif strategis bertajuk program BAYARIN ini," ujar Hani, Kamis 21 Agustus 2025.
Kolaborasi Pentahelix untuk Atasi Masalah BPJS
Program BAYARIN lahir dari analisis penyebab ketidakaktifan peserta, seperti tunggakan iuran hingga perpindahan segmen kepesertaan.
RSUD Bayu Asih mengadopsi konsep Pentahelix Collaboration (Academic, Business, Government, Community, Media) dengan mengajak berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, lembaga filantropi, hingga perusahaan pemilik program CSR.
Direktur RSUD Bayu Asih, dr Tri Muhammad Hani
- Istimewa
Lewat aplikasi berbasis web (Laravel + MySQL), pasien bisa mengajukan bantuan iuran secara daring. Permohonan tersebut kemudian diverifikasi tim CSR dan dilanjutkan ke donatur.
"Piutang RSUD Bayu Asih, hingga 2024 kemarin mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar. Untuk itu, perlu solusi yang kolaboratif," jelas dia.
Target Tiga Fase BAYARIN
Program BAYARIN dirancang dalam tiga tahapan yaitu Jangka pendek (0–2 bulan) meliputi pembentukan tim, pemetaan peserta, peluncuran aplikasi.
Kemudian Jangka menengah (2–6 bulan) di antaranya perluasan kolaborasi, kampanye kesadaran publik. dan Jangka panjang (6–12 bulan) antara lain integrasi ke kebijakan daerah, penguatan ekosistem digital BPJS, hingga replikasi ke daerah lain.
Target utamanya, kata Hani, adalah menekan pasien rawat inap BPJS tidak aktif hingga di bawah 10% dan menjadikan BAYARIN sebagai model nasional pengelolaan iuran BPJS berbasis gotong royong.
Inovasi Digital untuk Kesehatan Berkeadilan
Dengan pendekatan kolaboratif dan sistem digital, RSUD Bayu Asih berharap Purwakarta mampu menjaga komitmen Universal Health Coverage (UHC) agar tetap inklusif dan berkelanjutan.