Profil Ilham Pradipta, Kacab Bank yang Dibunuh Usai Bongkar Kredit Fiktif

Ilham Pradipta
Sumber :
  • Istimewa

VIVAJabar – Publik dikejutkan dengan kasus pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (35), Kepala Cabang salah satu bank BUMN di Jakarta. 

img_title Kasus Ilham Pradipta, 4 Klaster Pelaku Akhirnya Terungkap

Ilham ditemukan tewas di Cikarang, Bekasi, Kamis (21/8/2025), sehari setelah diculik dari parkiran supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sosok Ilham Pradipta

img_title Peran Rohmat Sukur di Kasus Pembunuhan Ilham Pradipta Kacab BRI

Ilham lahir pada 1990 dan dikenal sebagai figur muda yang berprestasi. Ia lulusan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dan sempat menjadi penyiar radio Metro FM sebelum meniti karier di perbankan.

Di usianya yang relatif muda, Ilham telah menjabat kepala cabang bank BUMN. Ia tinggal di Bogor bersama sang istri, Puspita Aulia, dan memiliki dua anak. Keluarga serta tetangga menggambarkannya sebagai sosok ramah, rendah hati, dan mudah bergaul.

img_title Ini Wajah Rohmat Sukur, Penyedia Tim Pantau Sebelum Ilham ‎ Pradipta Diculik dan Dibunuh

Kronologi Penculikan

Rabu (20/8/2025), Ilham baru saja keluar dari Lotte Mart Pasar Rebo ketika beberapa orang tak dikenal menyerangnya. Rekaman CCTV menunjukkan korban sempat melawan sebelum dipaksa masuk ke mobil putih milik pelaku.

Keesokan harinya, jasad Ilham ditemukan warga di area persawahan Serang Baru, Cikarang. Kondisinya mengenaskan, yakni tangan dan kaki terikat, mata tertutup lakban, dan tubuh penuh luka.

Penangkapan Pelaku

Polisi bergerak cepat dan menangkap empat orang terduga pelaku penculikan, yakni AT, RS, RAH, dan RW. Salah satunya ditangkap di Bandara NTT saat berusaha melarikan diri. Meski begitu, eksekutor utama pembunuhan masih buron.

Rumor Motif Kredit Fiktif

Hingga kini, polisi belum mengumumkan motif resmi pembunuhan. Namun, beredar kabar Ilham dibunuh karena membongkar dugaan kredit fiktif senilai Rp13 miliar yang melibatkan mantan bawahannya. 

Aparat kepolisian masih mendalami rumor ini sambil terus memburu pelaku utama.*